Kodim 0726 Sukoharjo Tampilkan Drama Kolosal Perjuangan

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Kodim 0726 Sukoharjo tampilkan drama kolosal perjuangan di Alun Alun Satya Negara, Sabtu (27/8). Kegiatan dilakukan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus mengingat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari penjajah.

 

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Taufan Widiantoro mengatakan, drama kolosal dilakukan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Di bulan Agustus ini semangat nasionalisme rakyat Indonesia sangat tinggi. Karena itu perlu terus dipertahankan.
Drama kolosal yang ditampilkan di Alun Alun Satya Negara melibatkan berbagai elemen. Baik dari anggota TNI, pelajar, seniman, tokoh masyarakat hingga pejuang.

“Drama kolosal mengambil cerita perjuangan di era 1939 – 1945. Dalam cerita drama ini bisa kita petik pelajaran berupa kebersamaan, persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajah,” ujar Letkol Inf Taufan Widiantoro.

Dandim berharap penampilan drama kolosal ini bisa menjadi pembelajaran sekaligus media pengingat bagi masyarakat. Hal terpenting yakni untuk terus menjaga semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan untuk menjaga kemerdekaan.

“Kalau dulu dalam jaman peperangan semangatnya merebut kemerdekaan. Tapi sekarang harus lebih semangat dalam menjaga kemerdekaan,” lanjutnya.
Penampilan drama kolosal mendapat perhatian dari masyarakat dengan menyaksikan langsung di Alun Alun Satya Negara. Mereka tidak hanya ingin melihat para pemain namun juga alur cerita bertemakan perjuangan tersebut.

Sutradara drama kolosal, Bimo Kokor Wijanarko mengatakan, cerita yang ditampilkan yakni mengenai perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajah. Perjuangan keras itu dilakukan oleh semua rakyat Indonesia. Mulai dari orang tua hingga generasi muda. Mereka berjuang dan bersatu hingga berhasil meraih kemerdekaan. “Sejengkal tanahpun rakyat Indonesia tidak rela diinjak penjajah. Maka persatuan dan kesatuan dalam memperjuangkan kemerdekaan itu akhirnya berhasil. Inilah yang ditampilkan dalam drama kolosal,” ujar Kokor. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI