Komisi III DPRD Wonogiri ‘Hearing’ Dengan Rekanan

Editor: KRjogja/Gus

WONOGIRI (KRjogja.com) – Komisi III DPRD Wonogiri menggelar hearing dengan sejumlah perusahaan jasa konstruksi atau rekanan dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU)Wonogiri, Jumat (11/11). Sejumlah rekanan yang mengerjakan proyek di kabupaten itu mendapat peringatan keras bahkan terancam direkomendasi untuk tidak diberi pekerjaan lagi oleh bupati di tahun-tahun depan.

 

Dengar pendapat di ruang Komisi III dipimpin ketua komisi, Bambang Sadriyanto. Dari DPU kabupaten hadir Kepala DPU Ir Sri Kuncoro MM, Kabid Bina Marga Ir Prihadi Ariyanto MM dan para Kasi di lingkungan DPU. Menurut Ketua Komisi III hearing ini sengaja digelar setelah anggota komisi yang membidangi keuangan atau anggaran itu melakukan sidak ke sejumlah proyek infrastruktur (jalan) di daerahnya.

"Kesimpulan komisi kami banyak proyek jalan yang tidak sesuai spek sehingga hari ini perlu disikapi bersama," tandas Bambang.

Ketua Komisi III menunjuk proyek jalan yang mengecewakan antara lain proyek jalan hotmix Tirtomoyo-Jatiroto, Purwantoro-Bulukerto,  Girimarto-Jatipurno serta proyek yang menghubungkan Kepuhsari-Manyaran maupun pembangunan talud di Paranggupito. "Beberapa proyek yang kami sidak itu umumnya masih bergelombang, ketebalannya hotmix kurang," kata anggota FPDI asal Selogiri ini.

"Ngono yo ngono ning mbok ojo ngono. Pemborong jangan hanya mencari profit saja, kasihan rakyat karena mutu garapan pemborong yang jelek," sambung Bambang.

Anggota komisi lainnya seperti Joko 'Lelur' Prayitno, Hj Paryanti serta Haryoto SPd menyoroti kinerja konsultan pengawas proyek. "Konsultan harus bekerja profesional dan serius mengawasi proyek, selama ini  terkesan hanya melegalkan proyek dengan cap jempol belaka," ungkap Joko Lelur.

Sementara itu, Kepala DPUK Ir Sri Kuncoro saat 'hearing' mengaku dinasnya sudah melakukan pembinaan dan pengawasan secara rutin terhadap rekanan yang beroperasi di daerah Wonogiri. Sejumlah rekanan asal luar daerah yang menjadi  sorotan tajam anggota Komisi III itu  diminta segera membenahi garapannya yang jelek.

"Termasuk, rekanan harus memasang papan nama proyek tapi hal sepele tidak pernah dilakukan, berapa to biaya (pembuatan) papan nama (proyek)," ujar Kuncoro. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI