Komitmen Pemerintah dan Partisipasi KB Pria Jadi Unggulan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Tim penilai lomba TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) memasang poin tinggi pada komitmen pemerintah dan partisipasi suami mengikuti program keluarga berencana. Dalam hal ini, TP PKK Kabupaten Karanganyar optimistis memenuhi kategori penilaian itu.  

“Sejauh mana Pemda mengambil tanggungjawab bersama masyarakat dan elemen lainnya? Di sini, kami melihat capaian MoP (metode operasi pria) luar biasa. Hal itu jadi penilaian lebih, termasuk keaktifan PLKB dan iva test,” kata ketua tim penilai dari Kodam IV Diponegoro, Mayor Inf May Artanto di hadapan para pejabat dan penggerak PKK Kabupaten Karanganyar di Posyandu Ngudi Sehat Rw XXIX Desa Ngringo, Jaten, Kamis (14/9/2017).

Tak hanya meneliti aspek administratif kegiatan posyandu unggulan Kabupaten Karanganyar ini saja, namun tim yang terdiri BP3AKB BKKBN dan Kodam IV Diponegoro mengkroscek langsung ke lokasi dan berbincang dengan para kader kesehatan. Posyandu ini mewakili Kabupaten Karanganyar dalam lomba yang diikuti lima kabupaten/kota di Jawa Tengah yaitu Sukoharjo, Banyumas, Pati, Kota Salatiga dan Kota Pekalongan.

Lebih lanjut Artanto mengatakan, bakti TNI manunggal KB dan kesehatan merupakan metode pembinaan teritorial di bidang sosial. Melalui kegiatan itu, diharapkan bisa membantu pemerintah di bidang keluarga berencana sekaligus dapat meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Berkaitan lomba ini hendaknya dapat menjadi tolak ukur keberhasilan program KB yang dilakukan secara terpadu di Jawa Tengah,” katanya.

Kepala DP3AKB Karanganyar Anik Indrihastuti mengatakan laju pertumbuhan penduduk 1,2 persen di Bumi Intanpari masih lebih rendah dibanding Jawa Tengah dan nasional. Pemkab memberi stimulan dana bagi akseptor KB pria untuk memantik keikutsertaannya.

“Dapat uang Rp 1,5 juta. Pesertanya terus bertambah dari tahun 2015 hanya 25 orang, tahun 2016 sebanyak 266 dan Juni 2017 sudah 99 akseptor. Termasuk tinggi di Jawa Tengah,” katanya.

Selain memberi uang stimulan bersumber APBD kabupaten, akseptor KB juga didukung APBdes. Ia menyebut, dari desa mendapat uang transport Rp 100 ribu untuk pulang pergi ke tempat operasi KB pria di Puskesmas Gondangrejo.

Camat Jaten, Aji Pratama Heru K optimistis Kabupaten Karanganyar memenangi lomba tersebut. “Posyandu Ngudi Sehat Ngringo, Jaten terbukti juara 2 posyandu tingkat nasional dan juara harapan I nasional Bina Keluarga Remaja (BKR). Tinggal menunjukkan gerakan yang selama ini sudah berjalan ke tim penilai dari TNI,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI