Komunitas Terminal Solo Berikrar Warisi Semangat Pelayanan

SOLO, KRJOGJA.com – Menandai peringatan Sumpah Pemuda, karyawan dan komunitas Teminal Bus Tipe A Tirtonadi secara khusus berikrar, mewarisi sumpah pemuda dalam bentuk semangat pelayanan, terutama bidang transportasi. Selain itu mereka juga berikrar tetap mempertahankan kesatuan dan persatuan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagaimana teRtuang dalam naskah Sumpah Pemuda 91 tahun silam.

Koordinator Satuan Pelayanan, Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, menjawab wartawan usai ikrar, di lantai atas Terminal Tirtonadi, Senin (28/10/2019), mengungkapkan, semangat pelayanan tersebut diantaranya diwujudkan dalam bentuk penghapusan zona merah. Dalam kaitan itu, kalangan ojek pangkalan yang semula menguasai kawasan terminal Bus Tipe A Tirtonadi, diintegrasikan dengan dua perusahaan aplikasi berbasis daring, masing-masing Go-Jek dan Grab.

Sebelum diintegrasikan, tambah Joko, di kawasan Terminal Bus Tipe A Tirtonadi, memang dikenal adanya zona merah, dalam arti kalangan ojek online (ojol) tidak diperbolehkan menyentuh kaasan terminal akibat persengketaan dengan ojek pangkalan (opang). Akibatnya, penumpang yang ingin mengakses ojol, harus keluar dulu dari kawasan terminal, dan ini cukup merepotkan, selain pula pelayanan prima agak terganjal.

"Berulang kali kami melakukan pendekatan, akhirnya teman-teman opang bersedia diintegrasikan dengan perusahaan aplikasi, dan diluncurkan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ini, kendati secara riil sudah dioperasikan sejak dua bulan lalu," ujar Joko.  Hanya saja, tambahnya, pengemudi ojol yang diperkenankan ngepos di dalam dan kawasan terminal memang sebatas bekas pengemudi opang, tetapi titik antar dan jemput  bersifat terbuka.

Dia berharap, terobosan ini selain memudahkan penumpang untuk mengakses transportasi online, penghasilan para pengemudi ojek juga lebih meningkat. Dari hasil evaluasi selama dua bulan integrasi opang menjadi online, jelasnya, pendapatan mantan opang rata-rata menaik sekitar 40 hingga 50 persen.

Sementara itu, prosesi ikrar yang dikemas dengan upacara bendera ini, berlangsung cukup semarak. Di sekitar upacara, berhias ratusan bendera merah putih, dan seluruh peserta mengenakan busana adat. Sedangkan upacara ditutup flashmob dengan melemparkan blangkon ke udara disertai teriakan semangat juang.(Hut)

BERITA REKOMENDASI