Kondisi Semakin Terpuruk, BPR Sinar Baru Ditutup

SOLO, KRJOGJA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo akhirnya menutup Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sinar Baru Perkasa yang beralamat di jalan KH Agus Salim No 17 Solo. Seusai keputusan Anggota Dewan Komisioner Nomor KEP-218/D.03/2017, pencabut izin usaha BPR Sinar Baru Perkasa terhitung mulai, Rabu (06/12/2017).

Kepala OJK Solo, Laksono Dwionggo menjelaskan sebelum dilakukan pencabutan izin usaha, sejak 10 Mei 2017 BPR Sinar Baru Perkasa dinyatakan berstatus Bank Dalam Pengawasan Khusus. Sesuai ketentuan yang berlaku BPR diberi kesempatan selama 180 hari untuk upaya penyehatan.

Karena kondisinya semakin terpuruk akhirnya diputuskan izin usahanya dicabut. "Sampai batas waktu yang ditentukan BPR tidak bisa memperbaiki kondisi untuk keluar dari status Bank Dalam Pengawasan Khusus," kata Laksono Dwionggo kepada wartawan, Rabu (06/12/2017).

Usai pencabutan izin usaha PT BPR Sinar Baru Perkasa, selanjutnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi. "OJK menghimbau kepada nasabah tetap tenang, karena dana nasabah dijamin LPS sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Laksono menjelaskan penetapan status Bank Dalam Pengawasan Khusus karena manajemen BPR tidak mampu melakukan pengelolaan dengan baik. Setelah Pemegang Saham Pengendali (PSP) Honggo Dwiprojo meninggal dunia, BPR tak dapat menggelar RUPS dan tidak bisa mengajukan pencalonan pengurus baru.

Yang terjadi BPR semakin terpuruk. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) menurun, jumlah nasabah terus berkurang dan aset terus menyusut. Terakhir diketahu nasabah aktif tinggal seorang. Dengan ditutupnya BPR Sinar Baru Perkasa, berarti masih ada 81 BPR yang masih aktif.(Qom)

BERITA REKOMENDASI