Konflik Lahan eks PG Colomadu, Begini Solusinya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Konflik hak atas aset bekas pabrik gula (PG) Colomadu diminta diselesaikan secara prosedural dan tidak merugikan pihak tertentu. Dalam hal ini, Pemkab Karanganyar siap memfasilitasi penelusuran bukti kepemilikan dalam klarifikasi keabsahan dokumen pertanahan. 

"Misalkan ada yang kontra, siapapun itu yang merasa berhak atas aset PG Colomadu, silakan dikomunikasikan. Pemkab sebatas penguasa administratif wilayah Colomadu. Tidak berwenang ikut campur masalah kepemilikan," kata Sekda Pemkab Karanganyar, Samsi kepada KRJOGJA.com, Senin (26/03/2018). 

BACA JUGA :

De Tjolomadoe, Panggung Kesenian Kelas Dunia

De Tjolomadoe Kenalkan Eksibisi dan Heritage ke Publik

Eks Pabrik Gula Itu Kini Bernama De Tjolomadoe

Terkait rencana gugatan KGPAA Mangkunegoro IX kepada pihak-pihak yang menerbitkan sertifikat tanah baru pada bekas pabrik gula di wilayah paling barat Kabupaten Karanganyar itu, Pemkab menganggap itu hak pribadi ahli waris. Namun, alangkah baiknya ahli waris Mangkunegaran dan BUMN kembali bermediasi kemudian menelusuri alur penerbitan sertifikat ke kantor pertanahan nasional. 

"Biar ditelusuri bareng-bareng dulu. Pasti kita bantu (penelusuran dokumen)," katanya. 

Terlepas dari perseteruan hak aset, bekas pabrik Colomadu yang kini bertransformasi menjadi De Tjolomadoe di bawah pengelolaan perusahaan konsorsium BUMN, PT Sinergi Colomadu terbukti membawa iklim positif kawasan tersebut. Ini bertolak belakang dari keberadaan bangunan itu yang dulunya terlantar selama puluhan tahun. Saat masih aktif menggiling tebu, PG Colomadu sudah dikelola PT Perkebunan Nasional (PTPN) IX. 

"Yang kita tahu sekarang dan dulu, dikelola oleh BUMN. Namun begitu, pasti ketemu siapa sebenarnya yang berhak dari penelusuran ke kantor pertanahan," katanya. 

Terkait revitalisasi eks pabrik gula itu, Menteri BUMN Rini Mariadi Soemarni saat membuka konser Hitman David Foster di De Tjolomadoe, Sabtu (24/3) malam meyakini tak lepas dari gagasan presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Waktu itu bapak Presiden RI Joko Widodo yang masih menjabat Walikota Solo sering melihat ke sini. Beliau katakan coba Ibu Rini itu diperbaiki Colomadu," kata Rini.

Mendapatkan permintaan itu, lantas melakukan kajian terhadap pabrik gula tersebut. Revitalisasi sulit dilakukan jika hanya bergantung PTPN IX selaku pemilik pabrik gula Colomadu, mengingat kondisi keuangannya kurang baik. (Lim/HWA) 

BERITA REKOMENDASI