Korban Angin Lisus Diberi Santunan 2020

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mencatat kerusakan sedang dan ringan di 53 rumah terdampak angin lisus yang menerjang empat kecamatan dengan Kerugian materi ditaksir Rp 95,6 juta.

Sekretaris BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno mengatakan dampak kerusakan paling dirasakan masyarakat di wilayah Karanganyar Kota, Jaten, Tasikmadu, dan Kebakkramat. Fenomena alam itu diprediksi masih akan berlangsung di peralihan musim kemarau ke penghujan seperti sekarang. Berdasarkan pendataan tim BPBD, mayoritas kerusakan pada bagian atap yang dihempaskan angin.

“Kerusakan ringan dan sedang memiliki nilai kerugian berbeda. Kalau sedang, bisa sampai  Rp 9,5 juta seperti bangunan hancur tertimpa pohon. Sedangkan kerusakan ringan seperti material atap diterbangkan angin,” katanya.

Dalam video yang beredar secara viral di media sosial, terlihat tenda PKL di Taman Pancasila berhamburan diterbangkan lisus saat angin kencang itu berhembus. Kepanikan massal juga terlihat dari kalangan pedagang dan pengunjung.

Selain mengakibatkan kerusakan aset privat, juga menumbangkan pepohonan di jalan raya di empat kecamatan itu. Evakuasinya berlansung hingga beberapa hari kemudian. Hendro mengatakan, para korban yang terdata akan diberi santunan bersumber APBD 2020. Nilai santunan tergantung kategori hunian rusak parah, sedang  dan ringan.

Sementara itu, longsor juga menerjang rumah milik Kariyo Supadmo (69) di Dusun Sumbergede, Desa Kemuning, Ngargoyoso pada Jumat dini hari. Hujan sepanjang sore sampai malam pada Kamis (5/12) di wilayah Ngargoyoso memicu pergerakan tanah. Tak ada korban jiwa, namun mengakibatkan kerusakan bangunan.

Mengenai hal itu, Hendro meminta warga di area rawan longsor menyiapkan diri untuk mengungsi saat muncul gejala alam seperti hujan deras berkepanjangan.

“Area rawan telah terpetakan dan kami berupaya menggugah kesadaran warga menyelamatkan diri,” katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI