Kota Solo Butuh Duet Figur Pengalaman dan Milenial

SOLO, KRJOGJA.com – Kota Solo merupakan kota sangat penting yang menjadi barometer baik sebagai kota budaya, pariwisata dan kota dagang di Jawa Tengah. Untuk memimpin kota Solo dibutuhkan pemimpin yang memiliki pengalaman birokrasi, pintar,  berinovasi dan kreatif, sehingga kota ini tidak hanya berjalan stagnan, lambat mengejar ketinggalan, serta tidak mampu mengikuti trend kota-kota besar dunia. 

Untuk itu sangat perlu pemimpin yang dipadukan punya pengamalan sebagai Walikotanya dan figur generasi melinial sebagai Wakil Walikota Solo “ Pasalnya kaum muda memiliki sekitar 51 persen suara yang mewakili masyarakat di kota ini” ujar KP Henry Indraguna, SH, CLA, CIL salah satu pengacara kondang yang kini sebagai maju sebagai bakal calon Walikota Solo kepada wartawan
, Kamis (21/11/2019) di Solo.

Ketika ditanya apakah figur Walikota Solo berpengalaman mengarah ke Wawali Solo petahana Achmad Poernomo dan Wakil Walikota Solo figur milenial adalah Gibran Rakabuming Raka. HI tersenyum dan secara diplomatis mengatakan mungkin duet itu paling baik agar kondisi partai pengusung dan masyarakat Solo tidak terbelah.

HI, mengutip falsafah Jawa , mengatakan bahwa pepimpin yang ideal itu adalah orang yang jelas bibit, bebet dan bobotnya. Jadi, lanjut Henry, ketiga kriteria itu harus lengkap, jangan bibitnya saja yang baik, tetapi tidak memiliki bobot yang berkualitas. “Kalau bibit saja yang baik, tetapi tidak memiliki pengetahuan yang luas , maka tidak akan mampu membuat perubahan yang signifikan di kota Solo ini” paparnya

Dengan demikian Solo tidak akan bisa cepat berubah menjadi kota metropolitan yang berbudaya.
Selain itu, calon pemimpin itu secara materi juga sudah selesai dengan dirinya. Artinya calon pemimpin itu harus mampu secara ekonomi dan mapan  dalam mencukupi kebutuhannya sendiri dan keluarganya. Karena kalau tidak , jelas HI, calon pemimpin ini bakal rentan korupsi, sehingga tujuannya menjabat hanya untuk memperkaya diri, bukan mengabdi kepada masyarakat yang dipimpinnya.

“Karena saya rasa warga Solo sudah capek dengan kehidupannya yang begini-begini saja, maka perlu perubahan secara nyata” tandasnya.

Henry sebagai salah satu bakal calon Walikota Solo dari PDIP mengaku tidak terlalu ambisius untuk menduduki jabatan tersebut, karena sebagai anggota parpol yang patuh kepada pimpinan, akan tetap menunggu keputusan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Jadi siapapun, nantinya yang diputuskan untuk maju sebagai Cawalkot Solo, pihaknya akan legawa.

“Siapapun nantinya yang akan di pilih, tidak masalah bagi saya” paparnya sambil menambahkan dirinya juga siap menjadi kuda hitam.

Namun pesannya, pemimpin di Kota Solo ini harus juga benar-benar mampu berbisnis, tahu tentang hukum dan mengetahui betul tentang birokrasi, karena kota ini benar-benar harus mampu di kelola dengan baik dan benar, sehingga cita-cita masyarakat yang menginginkan perubahan bisa cepat terwujud dan bisa dinikmati. “Dengan pemimpin yang masih muda, pintar berbisnis, tahu hukum, kreatif dan inovatif, maka Kota Solo akan cepat berubah yang luar biasa, sesuai dengan harapan masyarakat Solo " pungkasnya.(Hwa)

  
 

BERITA REKOMENDASI