KPU Jateng Akan Gelar Pilgub dengan ‘Fun’

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah Drs Joko Purnomo menyebutkan, pihaknya siap memberi akses seluas-luas kepada calon pemilih menyusul perhelatan Pilgub Jateng tahun 2018 depan. Event politik pemilihan gubernur, tandas dia, yang selama ini sering berlangsung dalam suasana menegangkan, panas serta butuh biaya mahal maka Pilgub tahun depan kondisi seperti  harus tidak muncul lagi.

"Di Jateng (Pilgub) akan kita gelar dalam situasi yang santai sehingga masyarakat harus merasa 'fun' menentukan pilihan," tandas Joko Purnomo disela mengisi acara sosialisasi Pilgub Jateng yang digelar KPUD Wonogiri di aula kantor setempat, Sabtu (14/10/2017).

Untuk itu, papar dia, Ketua KPU Jateng gencar memprakarsai gerakan 'fun' masyarakat menjelang Pilgub di wilayah berpenduduk sekitar 27, 4 juta jiwa ini. Pilgub Jateng menjadi moment penting bagi jajaran penyelenggara baik KPU provinsi maupun KPUD kabupaten/kota di Jateng untuk menggerakkan senergisitas antarelemen masyarakat.

"Makanya dalam upaya menciptakan suasana Pilgub (Jateng) yang santai dan fun (menyenangkan) kami sengaja memilih tokoh Semar Bodronoyo sebagai maskot Pilgub," ujar Joko Purnomo yang juga mantan Ketua KPUD Wonogiri.
Untuk mempertegas komitmen KPU Jateng, di bawah sosok tokoh punakawan itu tertulis slogan Becik Tur Nyenengke. Dijelaskan Joko dengan rinci, penyelenggaraan Pilgub yang direncanakan digelar 10 Juni 2018 mendatang tidak hanya sesuai UU juga baik dalam kualitas Luber-Jurdil pilgub harus berlangsung menyenangkan.

"Makanya sejak dini kami bersama teman-teman komisioner KPU kabupaten/kota siap memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat baik itu ibu-ibu RT, karang taruna, ormas, toga/tomas/todat, kelompok pemilih pemula hingga penyandang disabilitas untuk menyambut Pilgub yang 'fun' tersebut," papar Joko.

Menurut Ketua KPU Jateng, untuk menciptakan Pilgub yang 'becik tur nyenengke' jajaran KPU akan memposisikan masyarakat sebagai hakim sehingga putusannya menentukan calon pemimpinnya lima tahun ke depan memang tepat. Tidak lagi berkutat pada isu politik uang atau money politics serta  mampu melakukan UPS (uji publik sementara) di wilayah RT masing-masing.

"Misalnya, ada nama-nama calon pemilih yang janggal, asing atau tidak dikenal sama sekali di wilayah itu langsung dicoret saja agar tidak bermasalah di saat pemungutan bahkan perhitungan suara nanti," tandasnya.(Dsh)

 

BERITA REKOMENDASI