KPU Sukoharjo Minta Masyarakat Jaga Kondusifitas

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo meminta kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas daerah menjelang Pilkada 2020. Masyarakat apabila ingin menyampaikan aspirasi maka diminta untuk melakukan sesuai dengan aturan. Petugas melarang menyebar selebaran gelap atau isu provokatif sehingga bisa memecah kerukunan bersama.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda, Senin (27/1) mengatakan, sudah mendengar kabar temuan selebaran ditempel di wilayah Kecamatan Sukoharjo Kota diduga provokatif. KPU Sukoharjo meminta pada petugas terkait untuk turun tangan melakukan penertiban. Hal tersebut sudah direspon Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo.

KPU Sukoharjo mengapresiasi langkah Satpol PP Sukoharjo sebagai bentuk menjaga kondusifitas bersama. Disisi lain, KPU Sukoharjo juga mengajak pada masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan.

“Masyarakat juga kami ajak untuk menyampaikan kritik atau masukan sesuai aturan. Jangan menimbulkan keresahan dan bisa memecah belah persatuan. Menjelang Pilkada 2020 kerukunan dan kondusifitas daerah tetap menjadi harga mati,” ujarnya.

Menjelang pelaksanaan Pilkada 2020, KPU Sukoharjo tetap melakukan persiapan. Salah satunya berkaitan dengan sosialisasi kepada masyarakat.

Plt Camat Sukoharjo Havid Danang mengatakan, selebaran gelap tersebut berwujud pamflet berupa kertas hitam putih berisi tulisan “Jaga Kewaspadaan, Jangan Tiru Pejabat, Awas Bahaya Laten Parpol”. Selebaran gelap sudah ditemukan sejak beberapa hari ditempel dibeberapa tempat. Penempelan dilakukan di tiang listrik, tembok, tiang lampu dan lainnya.

Temuan selebaran gelap kali pertama didapati warga dan selanjutnya dilaporkan ke pihak Kecamatan Sukoharjo. Laporan langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kecamatan Sukoharjo dengan menerjunkan petugas melakukan pengecekan. Hasilnya diketahui ditemukan tempelan selebaran gelap.

“Selebaran gelap ini berupa kertas hitam putih dan ditempel di tiang lampu, tiang listrik dan lainnya. Kata kata didalamnya diduga mengarah kampanye hitam menjelang Pilkada 2020. Kami langsung koordinasi dengan petugas terkait dalam penanganan kasus ini,” ujarnya.

Havid menegaskan, dalam selebaran yang ditemukan di lapangan tidak ditemukan identitas atau siapa pemasangnya. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing provokasi mengingat tensi sekarang menjelang Pilkada 2020 mulai naik.

Temuan selebaran gelap tersebut seperti didapati petugas di sisi barat simpang lima Sukoharjo Kota, sekitar Taman Pakujoyo, Gayam, Sukoharjo Kota dan lainnya. Selebaran tersebut sekarang sudah dicopot dan disita petugas untuk penanganan lebih lanjut.

“Petugas terus kami terjunkan memantau di lapangan. Penyisiran juga masih jalan terus agar selebaran gelap itu tidak lagi terpasang,” lanjutnya.

Meski belum menyerang salah satu kandidat Pilkada, Havid menilai pamflet tersebut bisa membuat resah masyarakat sehingga pamflet ditertibkan. Hal itu setelah dilakukan koordinasi dengan Polsek.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, Satpol PP Sukoharjo sudah menurunkan petugas melakukan pemantauan disemua wilayah di Sukoharjo. Petugas diminta selalu koordinasi dengan kantor induk dan petugas terkait lainnya di masing masing wilayah.

Petugas juga diminta melakukan pencopotan apabila menemukan selebaran gelap tersebut. Satpol PP Sukoharjo sengaja melakukan langkah dini sebagai bentuk pencegahan untuk tetap menjaga kondusifitas daerah. (Mam)

BERITA REKOMENDASI