KPU Sukoharjo Sasar Disabilitas

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 3.478 orang disabilitas tercatat sebagai pemilih Pemilu 2019. Merekapun mendapat sosialisasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo. Berbagai materi disampaikan agar para disabilitas tersebut bisa paham dan menggunakan hak pilih saat pemilu.

Komisioner KPU Sukoharjo Suci Handayani, Senin (17/12) mengatakan, data disabilitas pemilih pemilu 2019 ada sebanyak 3.478 orang. Sedangkan secara keseluruhan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 Sukoharjo sebanyak 669.546 orang. Semua pemilih baik dari orang biasa dan disabilitas tetap mendapat perlakuan sama untuk mendapatkan sosialisasi. Termasuk pula hak menggunakan hak pilih dalam pemilu 2019.

KPU Sukoharjo bertanggungjawab penuh terhadap hasil pendataan dan pemahaman terhadap pemilih pemilu 2019. Para disabilitas dalam pemilu nantinya tidak hanya menjadi pemilih saja namun juga berhak menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) jika memenuhi semua persyaratan yang sudah ditetapkan.

Pemilih pemilu 2019 dari disabilitas secara rinci sesuai data KPU Sukoharjo untuk tuna daksa 1.220 orang, tuna netra 398 orang, tuna rungu atau tuna wicara 493 orang, tuna grahita 581 orang, dan disabilitas lainnya 786 orang.

"Sosialisasi kepada disabilitas terus kami lakukan secara bertahap. Jadi tidak hanya sekali saja tapi berulang kali. Materi yang disampaikan juga cukup banyak agar para disabilitas bisa paham dan mengerti soal pemilu 2019," ujarnya.

Salah satu materi yang disampaikan KPU Sukoharjo kepada disabilitas diantaranya berkaitan dengan jadwal pemungutan suara. Selain itu juga mengenai akses disabilitas di tempat pemungutan suara (TPS). Selain itu ada juga pemahaman yang sama untuk menjadi penyelenggara pemilu. KPU juga menyediakan template bagi tuna netra dan disarankan untuk ada penjemputan pada disabilitas dengan kondiri tertentu.

"Seperti akses disabilitas di TPS mereka mendapatkan perlakuan khusus karena ada kemudahan. Semisal seperti penyediaan tamplate bagi tuna netra," lanjutnya.

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto mengatakan, ada cukup banyak disabilitas yang masuk dalam data pemilih pemilu 2019. Pendataan sudah dilakukan oleh KPU Sukoharjo dan para disabilitas sudah dimasukan dalam data pemilih. Meski begitu belum cukup bagi disabilitas didata saja sebab mereka masih butuh mendapatkan sosialisasi dari petugas berkaitan dengan teknis pelaksanaan pemilu.

"KPU Sukoharjo sudah melakukan sosialisasi kepada disabilitas soal pemilu 2019. Kami dukung itu tapi masih ada sejumlah catatan sosialisasi harus ditingkatkan mengingat sebaran disabilitas tidak hanya pada satu wilayah saja tapi dibeberapa tempat," ujarnya.

Sosialisasi pada para penyandang disabiltias ini penting sebab belajar dari pengalaman Pemilihan Gubernur (Pilgub) lalu. Banyak yang kesulitan menggunakan hak pilih mereka lantaran akses ke TPS yang kurang baik. Hal tersebut termasuk dukungan dari lingkungan tempat disabilitas tersebut berada.

"Para disabilitas setelah mendapat sosialisasi diharapkan bisa mengetahui hal teknis seperti bagaimana cara memilih dan akses di TPS," lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI