Kraton Solo Gelar Upacara Grebeg Besar

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Meski dana pemerintah yang dijanjikan untuk melaksanakan upacara adat di Kraton Solo belum cair, kerabat kraton peninggalan dinasti Mataram tetap bersemangat menggelar ritual adat Grebeg Besar, Sabtu (02/09/2017). Prosesi Grebeg Besar untuk memperingati hari Raya Idul Adha itu berlangsung khidmat ditandai keluarnya gunungan jaler (pria)  dan gunungan estri (wanita) dari Kori Srimanganti Kraton Surakarta dikirab menuju masjid Agung Kraton Surakarta.

Para sentana yang nampak memberangkatkan kirab gunungan Grebeg Besar diantaranya KGPH Dipo Koesoemo, KPHA Hari Sulistyo Sosronagoro serta GPH Purboyo. Sementara sentono dalem dari Lembaga Dewan Adat (LDA) seperti GRAy Koes Moertiyah serta KGPH Poeger tidak nampak dalam upacara tradisi ini.

KGPH Dipo Koesoemo mengungkapkan, karena masih ada tarik ulur antara pemerintah dengan kerabat kraton Kasunanan Surakarta tentang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengelola Kraton Surakarta maka pembiayaan upacara adat Grebeg Besar tahun ini masih dilakukan seperti sebelumnya yakni swadaya antar kerabat kraton Surakarta.

Dipo Koesoemo berharap menyusul komitmen Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo yang akan membantu pelaksanaan upacara adat dan pembangunan kraton Surakarta. “Diharapkan pelaksanaan upacara adat serta kegiatan pariwisata di Kraton Surakarta dapat berlangsung lebih baik,” katanya.

Sementara itu prosesi Grebeg Besar diawali dengan keluarnya dua gunungan jaler dan estri dari Kori Sri Manganti dikirab menuju masjid Agung Kraton Kasunanan Surakarta. Korps musik kraton Surakarta mengiringi prosesi kirab dengan musik drum band.

Rute kirab dari Kori Srimanganti dua gunungan dikawal dua bregodo prajurit kraton Surakarta bernama Prawiro Anom dan prajurit Sara Geni melewati Alun-Alun Selatan menuju kompleks Masjid Agung Kraton Surakarta.

Sampai di masjid Agung para ulama kraton kemudian memberi doa kepada dua gunungan. Setelah diberi doa salah satu gunungan dikembalikan ke kraton Surakarta, puluhan warga masyarakat yang telah menanti berebut sesaji gunungan Grebeg. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI