Kukuhkan Prof Reviono, UNS Tambah Guru Besar Baru

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Prof Dr Reviono dr SpP (K) menyebut Covid 19 merupakan penyakit seribu wajah. Inilah yang kadang membuat dokter yang menangani sulit memprediksi. Karena gejala yang muncul pada pasien Corona tidak khas seperti umumnya gejalanya batuk sesak nafas.

“Tapi ada yang tidak batuk tidak sesak napas, mual mual positip Corona. Ini membuat kita jadi bingung.” ungkap Prof Reviono, dekan Fakultas Kedoteran Universitas Seblas Maret (UNS) Solo usai dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang bidang Ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Rabu (20/5)

Seribu wajah Covid 19 juga terlihat di laboratorium. “Laboratorium tidak khas. Rontgen juga tidak khas. Apa yang ditunjukan dalam jurnal , ternyata di sini tidak sama. Termasuk ct scan thorax juga berbeda. “Itulah yang kami sebut seribu wajah Covid 19,” ujar Prof Reviono yang khusus menangani klinik Corona.

Yang menarik di Solo ternyata kasus Covid-19 yang baru kecenderungan tidak seberat Corona di awal. “Itu di Solo ya,” tandasnya. Pada awal kasus Corana berat semua dan harus dipasang ventilator dan meninggal semua. Sekarang kasus yang muncul cenderung ringan. Gejalanya batuk pilek demam sebentar, setelah itu tidak demam lagi.

Guru besar Reviono dikukuhkan rektor Prof Dr Jamal Wiwoho bersama guru besar lain dari Fakultas Kedokteran Prof Ari Natalia Probandari dr MP.H..PhD dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Prof Jamal menambahkan serangan Covid-19 layak disebut sebagai Perang Dunia ke-4, karena telah melibatkan 212 negara, dan kasus potitif Covid-19 se-dunia per 19 Mei 2020 yang terkonfirmasi mencapai 4,8 juta orang dan kurang lebih 318.000 orang meninggal dunia.

Pandemi ini adalah ujian terberat, tidak hanya untuk tim kesehatan saja, melainkan juga untuk semua pemimpin di dunia, karena langkah dan kebijakan yang diambil akan menunjukkan kecakapannya. (Qom)

UNS

BERITA REKOMENDASI