Kurang Familier Sidatan Ganggu Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar mengakui Sistem Informasi Data Pemilih Berkelanjutan (Sidatan) belum maksimal dimanfaatkan masyarakat. Penyebabnya, program ini dianggap sulit dioperasikan dan berbiaya.

Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari mengatakan Sidatan diandalkan membantu KPU memutakhirkan data pemilih secara cepat dan akurat. Tinggal mengakses karangayar.kpu.go.id/sidatan dan tinggal mengisi NIK lalu bisa melihat status pemilih dan bisa juga memberikan tanggapan.

Sistem ini menjaga privasi karena hanya yang bersangkutan sendiri yang bisa mengaksesnya. Namun dengan melihat grafik olah data dari Sidatan yang kurang signifikan, KPU berasumsi tidak banyak pengaksesnya.

“Padahal program ini mudah diakses. Berbasis website. Tidak harus mengunduh. Cara pemakaiannya juga mudah,” kata Triastuti usai memimpin rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) triwulan III tahun 2021 di ruang podang 1 Setda Karanganyar, Jumat (01/10/2021).

Disebutnya, diluncurkannya Sidatan merupakan tindaklanjut surat dari KPU No. 181 dan 550 terkait pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. KPU diwajibkan untuk memutakhirkan data pemilih yang selama ini masih bersistem offline.

“Sidatan ini solusi KPU saat mendapati komponen olah data dari Disdukcapil tidak terpenuhi. Data yang kami terima dari Capil tiap bulan, kemudian diolah. Terutama untuk yang tidak memenuhi syarat calon pemilih seperti meninggal dunia, pindah luar kota dan menjadi TNI/polri,” katanya.

Sebaliknya, data baru calon pemilih berupa penduduk genap berusia 17 tahun dan telah rekam KTP elektronik. “Memang tidak semua elemen data disampaikan ke kami. Sehingga dengan Sidatan, problem itu diharapkan bisa bersolusi,” katanya.

Jika sesuai perkiraan, tahapan pemilu dimulai pada tahun 2022. Menuju ke sana, pemutakhiran data berkelanjutan tak boleh berjeda. KPU setelah mendapatkan data bulanan dari Disdukcapil kemudian memplenokannya tiap 3 bulan.

“Makanya kita harus terus dan setiap saat mempromosikan Sidatan. Agar grafik olah datanya naik. Terutama bagi yang pemilih pemula. Langsung saja akses ke situ,” katanya.

Pada Agustus 2021, PDPB tercatat 336.854 laki-laki, 345.079 perempuan dengan total 681.933 jiwa. (Lim)

BERITA REKOMENDASI