Kurangi Aktivitas Masyarakat Penyekatan dan Penutupan Jalan Hingga Masuk Kampung

Editor: Ary B Prass

SUKOHARJO KRJOGJA.com– Penyekatan penutupan jalan diperketat hingga masuk ke kampung. Polres Sukoharjo sengaja melakukan kebijakan tersebut bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sebagai usaha semakin menekan mobilitas masyarakat ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona.
Warga diharapkan tetap tinggal di rumah dengan mengurangi aktivitas diluar. Protokol kesehatan tetap wajib dipatuhi mengingat kasus positif virus Corona masih tinggi.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Kamis (15/7/2021) mengatakan, upaya menekan mobilitas masyarakat ditengah PPKM darurat virus Corona terus dilakukan Polres Sukoharjo. Bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona melakukan penyekatan penutupan jalan disejumlah wilayah. Hal itu dilakukan agar aktivitas masyarakat bisa terkendali demi menurunkan angka kasus positif virus Corona.

Upaya penyekatan penutupan jalan dilakukan  dengan sasaran ditengah kota, jalur protokol dan wilayah perbatasan. Polres Sukoharjo dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sekarang memperketat penyekatan penutupan jalan masuk hingga ke kampung.

Penyekatan penutupan jalan ke kampung dilakukan agar warga setempat tertib dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona. Hal itu penting mengingat sekarang masih diberlakukan PPKM darurat virus Corona.

“Sekarang penyekatan penutupan jalan semakin diperketat masuk hingga ke kampung. Di kota sudah dan sekarang diperluas karena masih PPKM darurat virus Corona. Aktivitas masyarakat perlu dikontrol dan ditekan agar tidak terlalu banyak diluar. Patuhi protokol kesehatan karena masih pandemi virus Corona,” ujarnya.

Kapolres meminta penyekatan penutupan jalan kampung harus dipatuhi semua pihak mulai warga setempat hingga masyarakat umum. Warga diminta tetap tinggal di rumah atau mengurangi aktivitas diluar agar tidak terjadi penularan virus Corona. Polres Sukoharjo juga sudah menurunkan petugas untuk melakukan patroli keliling wilayah termasuk hingga masuk ke desa dan kelurahan.

“Ditingkat desa dan kelurahan para bhabinkamtibmas sudah melakukan patroli hingga ke kampung. Selain menjaga, Kamtibmas juga memantau penyekatan penutupan jalan kampung,” lanjutnya.

Polres Sukoharjo dalam melakukan penyekatan penutupan jalan melibatkan pemerintah desa dan kelurahan hingga RT dan RW. Hal itu dilakukan mengingat kegiatan menyasar hingga lapisan masyarakat paling bawah. Penekanannya dikatakan Kapolres tidak sekedar menutup jalan saja, namun juga meningkatkan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat.

“Dimulai dari kampung atau RT dan RW disiplin protokol kesehatan untuk membantu pemerintah dalam menekan angka kasus positif virus Corona,” lanjutnya.

Mobilitas kendaraan masyarakat saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona sejak hari pertama 3 Juli hingga sekarang 14 Juli 2021 turun 30 persen. Penurunan diharapkan masih bisa terjadi mengingat PPKM darurat virus Corona berlaku sejak 3-20 Juli 2021. Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo melihat penurunan tersebut berdasarkan pemantauan lapangan dan indikator penilaian pada jalur perkotaan seperti di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Sukoharjo Toni Sri Buntoro, mengatakan, Dishub Sukoharjo sejak hari pertama hingga sekarang saat penerapan PPKM darurat virus Corona terus melakukan pemantauan dan evaluasi berdasarkan hasil kerja setiap hari bersama petugas terkait lain. Dalam perkembangan sesuai data diketahui hasil melegakan dimana diketahui ada penurunan mobilitas kendaraan masyarakat sebesar 30 persen. Angka tersebut berdasarkan pemantauan langsung lapangan dan indikator penilaian sejak PPKM darurat virus Corona pertama dimulai 3 Juli hingga sekarang 14 Juli 2021.

Dishub Sukoharjo lega dengan penurunan angka mobilitas kendaraan masyarakat. Angka tersebut akan terus dinaikan hingga 40 persen sesuai target pemerintah pusat selama PPKM darurat virus Corona.

Petugas terus melakukan pemantauan baik secara langsung turun ke lapangan maupun melalui kamera CCTV. Pergerakan kendaraan masyarakat dilihat setiap hari di jalur kota seperti di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo, Jalan Slamet Riyadi Sukoharjo, Jalan Veteran Sukoharjo dan lainnya.

Penurunan mobilitas kendaraan masyarakat terjadi karena pengetatan pengawasan petugas dengan melakukan penyekatan disejumlah wilayah. Petugas menutup beberapa titik jalan dengan maksud menekan mobilitas kendaraan masyarakat.

Penyekatan jalan dilakukan dengan memasang barikade dan menempatkan petugas jaga. Dishub Sukoharjo juga menerjunkan petugas patroli untuk memantau kondisi jalan ditutup. Apabila ada barikade yang bergeser atau dipindah oleh warga maka akan segera diperbaiki posisinya seperti semula oleh petugas.

“Pergerakan mobilitas kendaraan masyarakat sejak pertama dimulai hingga sekarang saat PPKM darurat virus Corona turun 30 persen. Penurunan karena ketatnya pengawasan dan penyekatan jalan di jalur kota hingga perkampungan,” ujarnya.

Dishub Sukoharjo terus mendorong warga untuk membantu kelancaran pelaksanaan PPKM darurat virus Corona dengan menutup sementara akses jalan kampung. Sebab beberapa titik jalan di kampung menghubungkan ke kota. Penutupan dilakukan secara gotong royong warga demi mencegah penyebaran virus Corona.

“Jalan kampung ditutup warga agar tidak dipakai sebagai jalur alternatif sehingga mobilitas masyarakat masih tinggi ditengah PPKM darurat virus Corona. Penutupan jalan juga demi membatasi pergerakan dan mencegah penyebaran virus Corona,” lanjutnya. (Mam) 

BERITA REKOMENDASI