Lahan Menyusut, Target Panen Tetap Tercapai

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN (KRjogja.com) – Serapan gabah di Kabupaten Sragen pada 2016 dipastikan sudah melebih target. Dari total 65.970 ton gabah yang ditargetkan untuk petani di Sragen, realisasinya sudah mencapai 66.449,18 ton gabah atau setara dengan 33.224,59 ton beras.

Komandan Kodim 0725 Sragen, Letkol (Inf) Denny Marantika kepada wartawan Kamis (29/12/2016) mengatakan, serapan gabah sejauh ini sudah mencapai 100,73 persen dan telah melebihi target yang telah ditentukan. Meskipun lahan pertanian di Kabupaten Sragen lebih kecil dibandingkan lahan di Kabupaten Grobogan, namun targetnya justru lebih tinggi Sragen. Bahkan target serapan gabah di Kabupaten Sragen paling besar se-Jateng dan DIY.

Target yang tinggi ini dikarenakan Kabupaten Sragen memiliki dua gudang beras milik Bulog yang berada di Duyungan Kecamatan Sidoharjo dan Krikilan Kecamatan Masaran. "Tapi bersyukur target yang dibebankan telah melampau target yakni 33.224,59 ton beras atau sekitar 100,73 persen," ujarnya.

Pencapaian tersebut terwujud karena adanya kerjasama seluruh pihak terkait. Mulai dari Dinas Pertanian, Bappeluh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Pertahanan Pangan, Bulog, pengusaha beras dan para petani utamanya. Tidak kalah penting adalah keterlibatan anggota TNI dalam hal ini Babinsa dalam melakukan pendampingan petani. "Adanya sinergi tersebut membuahkan hasil yaitu target serapan beras Sragen mencapai 100,73 persen sesuai dengan waktu yang diharapkan," tandasnya.

Menurut Denny, target penyerapan beras atau gabah tersebut penting dilakukan salah satunya sebagai stok atau cadangan beras untuk memenuhi stabilitas pangan nasional. "Sragen dengan lahan hanya 39 ribu hektare, karena ada dua gudang besar Bulog ditargetkan 32.500-an ton beras," imbuhnya.

Selain pendampingan dalam pemenuhan target serapan gabah, pihaknya juga memberikan pengawalan dan monitoring terkait produk beras yang disalurkan kepada masyarakat, diantaranya yakni soal raskin. "Bila ada raskin berkutu langsung kita ambil, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sragen, Eka Rini mengatakan, pembangunan jalan tol Soker di Sragen sebelumnya telah menghilangkan sekitar 200 hektare areal persawahan. Sekitar 6 ribu ton hasil pertanian hilang akibat beralihnya fungsi lahan persawahan karena tergerus proyek tol.

Hilangnya ratusan hektare areal persawahan tersebut telah berlangsung sejak 2015. "Apabila dikalkulasikan dalam setahun panen 3 kali, maka ratusan areal persawahan tersebut dapat menghasilkan 24 ton/hektare. Kalau dikalikan ada 5-6 ribu ton padi yang tidak bisa dipanen (hilang,red)," tuturnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI