Lajur Tengah Koridor Sudirman Kota Solo Dibuka

SOLO, KRJOGJA.com – Lajur tengah Koridor Sudirman dari Bunderan Gladag hingga Tugu Pamandengan difungsikan untuk arus lalu lintas umum, mulai Senin (26/8/2019). Hanya saja, ruas jalan di jantung kota Solo, baru difungsikan untuk menampung arus kendaraan dalam satu lajur, sebab pekerjaan penggantian permukaan jalan raya dari aspal menjadi batu andesit berornamen, masih berlanjut ke tahap ketiga.

Kepala Bidang (Kasi) Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub), Mudo Prayitno, menjawab wartawan, di sela pemasangan water barrier di kawasan Koridor Sudirman, Senin (26/8/2019), menjelaskan, pembukaan lajur tengah Koridor Sudirman tak banyak berpengaruh pada manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL). Hanya ada sedikit perubahan MRLL, itupun sebenarnya hanya pangalihan lajur. 

Arus kendaraan dari arah Selatan (Jalan Slamet Riyadi) yang semula melalui lajur Barat Jalan Sudirman, dialihkan ke lajur tengah, demikian pula arus kendaraan dari Jalan Kusmanto yang semula melalui lajur sisi Timur, digeser ke lajur tengah. Sedangkan arus kendaraan dari Pasar Gedhe menuju Bunderan Gladag ataupun Pasar Klewer, dialihkan melalui Jalan RE Martadinata. Sementara arus lalu lintas di simpang empat Ketandan ke arah Utara, dibuka untuk sepeda motor dan roda empat.

Pada awal-awal pembukaan lajur tengah Koridor Sudirman, jelas Mudo, pihaknya akan menerjunkan petugas untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan. Selain terjadi penyempitan ruas jalan yang berpengaruh pada daya tampung kendaraan, jelasnya, perubahan arus lalu lintas bisa memicu kemacetan, sehingga perlu antisipasi sejak dini, terutama pada jam-jam sibuk. 

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Arif Nurhadi, terpisah mengungkapkan, penggantian permukaan Jalan Sudirman dari aspal menjadi batu andesit tahap kedua, memang sudah rampung, dan sekarang memasuki tahap ketiga. Pemasangan batu andesit bergeser dari ruas tengah yang telah difungsikan untuk arus lalu lintas umum ke ruas jalan sisi Timur dan Barat masing-masing selebar lima meter.

Lajur tengah kawasan Koridor Sudirman selebar 12 meter, jelas Arief, sehingga memungkinkan untuk menampung arus kendaraan dua arah berlawanan, masing-masing satu lajur. Diperkirakan, koridor Sudirman dapat difungsikan kembali menjadi arus lalu lintas umum secara penuh, sekitar dua bulan ke depan.(Hut)

 

 

BERITA REKOMENDASI