Lakukan Pungli, Sepuluh Jukir Liar Diciduk

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Satreskrim Polres Karanganyar menyeret 10 juru parkir ke persidangan tindak pidana ringan. Mereka dianggap melakukan pungutan liar (pungli).

“Jangan sampai memungut retribusi tanpa dasar. Sebagian besar izin mereka sudah kedaluwarsa. Mereka juga menarik tarif jasa parkir tapi enggak memberikan karcisnya ke pemilik kendaraan,” kata Kasatreskrim Plres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono di kantornya, Kamis (29/01/2021).

Mereka diciduk dari berbagai lokasi parkir di wilayah perkotaan Karanganyar. Barang bukti diamankan berupa sejumlah uang tunai hasil menarik retribusi dan karcis parkir berlabel Pemda Karanganyar.

“Mereka untuk satu kendaraan jenis motor menarik retribusi Rp 2.000 tanpa memberikan karcis. Kami langsung menindak mereka dengan pasal tipiring sebagai bentuk pembinaan agar mereka jera. Operasi ini instruksi Polda Jateng untuk memberantas pungli,” jelas Kasatreskrim.

Salah satu jukir yang tertangkap karena pungli, Mehdi, mengaku sudah memiliki izin dari Dishub Karanganyar. Namun, izin yang dikantongi pria yang setiap harinya mengelola parkir salah satu rumah makan itu sudah habis masa berlakunya saat ditangkap polisi.

“Saya sudah punya izin. Tapi ngepasi habis masa berlakunya. Ini masih proses perpanjangan. Saya sudah minta ke Dishub Karanganyar, tapi belum dikasih juga,” terangnya.

Mehdi mengaku sebenarnya sudah berusaha memberikan karcis parkir kepada pengguna jasanya. Tapi menurutnya, kebanyakan pemarkir enggan menerima tanda bukti tersebut. Akibatnya jukir di Karanganyar itu ditangkap polisi karena diduga pungli.

“Perpanjangan mau diberikan Januari ini. Kalau karcis, sebenarnya semua saya kasih. Tapi kebanyakan itu menolak, ya bagaimana lagi. Kecuali sales, mereka pasti minta untuk diklaim ke kantor mereka,” bebernya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI