Lapak PKL Alun Alun Satya Negara Sukoharjo Dibongkar

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Sebanyak 67 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Alun Alun Satya Negara Sukoharjo dibongkar. Pembongkaran dilakukan sendiri oleh para pedagang dengan diawasi petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Rabu (3/1) mengatakan, sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang yang berjualan di Alun Alun Satya Negara sejak pertengahan tahun 2017 lalu. Sesuai batas waktu pedagang harus sudah melakukan pembongkaran lapak pada akhir Desember 2017. Namun petugas memberikan toleransi sampai awal tahun 2018. Apabila tidak maka petugas akan melakukan pembongkaran secara paksa.

Cara tersebut dilakukan sebagai bentuk ketegasan petugas Satpol PP Sukoharjo kepada pedagang. Sebab sudah lama pedagang mendapatkan sosialisasi. Pembongkaran lapak PKL Alun Alun Satya Negara dilakukan sebagai bagian dari penertiban sekaligus penataan kawasan. Pedagang juga melakukan pelanggaran karena membangun dan menggunakan lapak permanen.

Sesuai peraturan pedagang hanya diperbolehkan menggunakan lapak bongkar pasang. Praktek pelanggaran sudah berlangsung lama dan baru dilakukan penindakan sekarang. “Terhitung Rabu (3/1) semua lapak permanen di Alun Alun Satya Negara harus dibongkar. Kawasan tersebut harus steril dari bangunan permanen dan hanya diperbolehkan berjualan menggunakan lapak bongkar pasang. Apabila melewati batas tersebut maka petugas akan melakukan pembongkaran paksa,” ujar Heru Indarjo.

Heru memastikan seluruh lapak permanen PKL di Alun Alun Satya Negara Sukoharjo sudah dibongkar sendiri oleh para pedagang. Kepastian tersbeut sudah diketahui setelah Satpol PP Sukoharjo menerjunkan sejumlah petugasnya untuk melakukan pengawasan.

“Mulai pagi sampai selesai dan sudah semua pedagang membongkar sendiri bangunannya,” lanjutnya.
Setelah dibongkar menurut rencana akan dilakukan penataan kawasan Alun Alun Satya Negara oleh Pemkab Sukoharjo. Meski demikian pedagang masih diberi kesempatan berjualan dengan syarat.

“Syaratnya lapak harus bongkar pasang dan jam jualan mulai pukul 15.00 sampai 03.00 dinihari. Setelah itu harus steril artinya kalau tidak dipakai jualan atau di luar itu maka lapak harus dibongkar dan trotoar bisa dipakai untuk fasilitas umum masyarakat,” lanjutnya.

Satpol PP Sukoharjo akan terus melakukan pengawasan di lokasi Alun Alun Satya Negara. Hal itu untuk memastikan tempat steril dari bangunan permanen. “Tempat itu di Alun Alun merupakan fasilitas umum. Kalau ada bangunan permanen juga bisa disalahgunakan seperti tempat bolos anak sekolah,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI