Larangan Merokok di Balaikota Diberlakukan

SOLO,KRJOGJA.com – Kawasan Balaikota Solo dinyatakan bebas asap rokok, bahkan empat unit ruang tempat merokok yang disediakan sejak beberapa tahun lalu, dalam waktu dekat dibongkar. Siapapun tidak boleh merokok di kawasan Balaikota, baik kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun tamu dan pengunjung. Terkait larangan yang diberlakukan secara efektif sejak Jumat (2/6/2017) itu, sejumlah spanduk larangan merokojk di pasang disejumlah sudut, termasuk gerbang utama memasuki Balaikota.

Menjawab wartawan usai deklarasi bebas asap rokok, di halaman Balaikota, Jumat (2/6/2017), Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menegaskan, kalangan tamu atau pengunjung yang ingin merokok, dipersilakan mencari lokasi di luar kompleks Balaikota. Rencananya, larangan merokok, juga akan diberlakukan di seluruh perkantoran pemerintah di luar kawasan Balaikota.

Penetapan kawasan Balaikota bebas asap rokok, menurut pria bersapaan akrab Rudy yang juga berhenti merokok sejak beberapa bulan lalu, seklain ebrpertimbangan aspek kesehatan, juga sebagai upaya mendukung perwujudan Solo sebagai Kota Layak Anak (KLA). Salah satu hambatan menjadikan diri sebagai KLA yang dirintis sejak beberapa tahun lalu, menurut Rudy, lebih banyak terbentur faktor longgarnya larangan merokok di kawasan publik, selain pula iklan rokok yang masih bertebaran di sejumal sudut kota.

harus ada pembatasan lebih ketat, ujar Rudy, dan itu dimulai dari kawasan Balaikota. Lalu secara bertahap merambah kawasan perkantoran pemerintah di luar kompleks balaikota, sebelum diperlebar lagi di wilayah publik lainnya. Demikian pulam iklan luar ruang berupa baliho raksasa ataupun spanduk yang masih bertebaran di sejumlah sudut kota serta menjadi salah salah satu sumber pendapatan, secara ebrtahap akan dikurangi.
"Pengurangan iklan rokok tidak bisa dilakukan seketika, karena terkait dengan perjanjian kontrak dengan pemasang iklan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (DKK), Siti Wahyuningsih, menambahkan, pembatasan merokok di kawasan Balaikota, sebenarnya sudah diberlakukan sejak beberapa tahun lalu. Hanya saja, pembatasan tersebut, hanya diberlakukan di dalam ruang kantor, disertai penyediaan ruang khusus untuk merokok. Sedangkan aktivitas merokok masih dapat dilakukan secara bebas di luar ruangan.

Sekarang tak lagi sebatas pembatasan, tegasnya, tetapi berbentuk larangan merokok di seluruh penjuru kawasan Balaikota. Demikian halnya, empat unit ruang khusus untuk merokok yang disediakan sejak beberapa tahun lalu, segera dibongkar. Untuk mengefektifkan larangan merokok, diikuti dengan pengawasan, sehingga jika ditemukan seseorang merokok langsung diminta mematikan, atau keluar dari kawasan Balaikota.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI