Larangan Tamu Bawa Tas Diperluas

SOLO, KRJOGJA.com – Antisipasi jebakan suap yang bisa berujung Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), larangan tamu membawa tas, yang semula hanya sebatas pada tamu walikota, wakil walikota, dan sekretaris daerah, diperluas hingga kecamatan dan kelurahan. Para camat dan lurah, juga diminta melakukan hal serupa, guna mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk dan menyakitkan yang dapat terjadi.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menjawab wartawan, dikantornya, Kamis (28/9/2017) mengungkapkan, seberapapun kecil nominal suap, pasal dan sanksi yang dikenakan sama. Jika seseorang terkena OTT dan berujung dengan penjara akibat jebakan suap dari oknum yang mungkin saja terjadi, tak saja akan menyakitkan diri yang bersangkutan, tetapi juga memalukan generasi hingga anak cucu.

Karenanya, sebelum hal-hal tak diinginkan itu terjadi, Walikota FX Hadi Rudyatmo, mengisyaratkan para lurah dan camat mengikuti jejaknya untuk melarang tamu membawa tas. "Kita kan tidak tahu, ada orang-orang tertentu sengaja membuat jebakan agar terkena OTT KPK," tegas pria bersapaan Rudy itu sembari menyebut, sebagai pejabat publik dipastikan pihak-pihak tertentu merasa tidak nyaman dan kemudian membuat rekayasa untuk mencelakakannya.

Sejak larangan membawa tas diberlakukan kepada tamu walikota, sejauh ini berlangsung cukup mulus. Seluruh tamu, menurut Rudy, mengapresiasi dan menyambut positif kebijakan tersebut. Bahkan pekan lalu datang tamu dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), jelas Rudy, dengan senang hati juga mengikuti aturan tersebut dengan meninggalkan tas pada locker yang disediakan.

Sejak awal pekan ini, di lobi ruang kerja walikota, disiapkan satu unit locker berbahan stainless steel, serta ditempatkan dua personal keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Selain itu, satu unit locker lagi disediakan di dekat pintu masuk ruang kerja walikota. Sedangkan prosedur bertamu keapda walikota, tetap seperti biasa, dengan membuat surat permohonan audiensi ataupun secara lisan, kemudian dijadwalkan waktu bertamu.(Hut)

BERITA REKOMENDASI