Lawan Kotak Kosong, Jalan Terjal Bakal Dihadapi Gibran

SOLO, KRJOGJA.com – Melenggangnya putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi Pilkada Solo 2020 bisa membuat blunder politik melawan kotak kosong.

“Pasalnya, poros koalisi partai oposisi sudah tidak ada lagi taringnya dalam pesta lima tahunan ini. Partai-partai yang biasanya mengisi gerbong poros koalisi seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra, Golkar, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hingga Demokrat memilih merapat kepada Gibran,” ujar Deklarator Relawan Gerakan Rakyat untuk Daerah Kota Surakarta (Garuda) BRM Kusumo Putro, yang belakangan ini dikenal sebagai inisiator wacana kotak kosong di Pilkada Solo 2020, kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Kusumo merasa prihatin dengan jalannya demokrasi di Pilkada Solo 2020. “Kini, hanya menyisakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam gerbong tersebut yang memiliki kursi parlemen sebanyak lima kursi.
Jumlah itupun belum cukup untuk mengusung sendiri calon dalam Pilkada Solo 2020. PKS masih membutuhkan empat kursi lagi supaya bisa menaruh calonnya untuk berlaga.”papar Kusumo yang juga mantan deklarator relawan Jokowi – Amin Daulat Indonesia (Jadi) Solo.

Kondisi itu bisa saja menjadi buah simalakama bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak lain merupakan bapak Gibran. Pasalnya, Gibran berpeluang melawan kotak kosong dalam Pilkada Solo 2020.

BERITA REKOMENDASI