Layanan Puskesmas Tetap Stabil Saat Ramadan

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar memastikan pelayanan kesehatan di 21 puskesmas tak terpengaruh pengurangan durasi kerja aparatur sipil negara (ASN) selama ramadan.

Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo mengatakan para pegawainya yang bertugas di 21 puskesmas diminta memahami kebijakan pengaaturan jam kerja ASN pada ramadan tidak berlaku di bidang kesehatan dan satuan pendidikan tingkat sekolah. Di 21 puskesmas, layanan terhadap pasien poli dan rawat jalan tetap dimulai pukul 08.00 WIB.

“Sebelum dan setelah ramadan tetap buka jam 08.00 WIB. Hanya saja, persiapan administrasi dari semula jam 07.00 WIB agak mundur setengah jam,” kata Cucuk kepada KRJOGJA.com, Senin (05/06/2017).

Persiapan administrasi yang dimampatkan menjelang jam buka pelayanan, lanjutnya, tak teralu menghambat kerja para petugas. Ia meyakini mereka berpengalaman dalam mengelola kesibukan itu.

Selain memampatkan persiapan administratif juga soal kesiapan peralatan kerja di durasi terbatas. Penting diketahui, jam kerja PNS di Karananyar berubah selama ramadan dengan jam masuk pukul 07.45 WIB dari sebelumnya pukul 07.15 WIB.

Sedangkan pulangnya pukul 15.00 WIB dari sebelumnya pukul 15.30 WIB. Namun selama ramadan tidak tersedia 1 jam istirahat siang. Meski jadwal berubah, namun durasi kerja selama sepekan tetap sama yaitu 32,5 jam.

Lebih lanjut Cucuk mengatakan, kondisi stabil psikologis masyarakat selama menjalankan ibadah di bulan suci mendukung kesehatannya. Puskesmas mencatat adanya penurunan jumlah pasien meski tidak terlalu signifikan.

Jumlah pasien yang mengakses layanan puskesmas akan makin menurun mendekati lebaran. Sedangkan usai hari raya, jumlahnya mulai stabil.

“Pas puasa malah sehat. Malah pasien minta pulang jelang lebaran. Nanti, biasanya kembali dirawat usai berlebaran. Polanya seperti itu,” katanya.

Jenis keluhan pasien juga mengikuti pola tersebut. Saat ini, kebanyakan mengalami keluhan pernafasan. Dalam momentum lebaran, biasanya pada pencernaan.

“Sakit perut karena kurang menjaga pola makan sampai diare. Itu keluhan pasien setelah lebaran,” katanya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI