Layanan Tiket Tepadu Tirtonadi Tak Efektif

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Layanan loket terpadu di Terminal Bus Tirtonadi sejak diresmikan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi akhir tahun lalu, hingga kini belum bisa berjalan efektif. Selain animo calon penumpang memanfaatkan layanan tersebut relatif minim, jumlah Perusahaan Otobus (PO) yang bergabung dalam layanan penjualan tiket terpadu, juga sangat kecil.

Kepala Terminal Bus Tirtonadi, Eko Susanto, menjawab wartawan, di kantornya, Selasa (6/6), mengungkapkan, dari sekitar 80 PO yang melayani trayek via Terminal Tirtonadi, hanya sekitar 8 PO bergabung pada layanan yang dikelola Organisasi Angkutan Darat (Organda) itu. Banyak dalih dikemukakan pengelola PO enggan bergabung dalam layanan penjualan tiket terpadu, termasuk kekurangsiapan pemanfaatan teknologi informasi hingga manajemen keuangan masing-masing perusahaan.

Sebagai gambaran Eko menjelaskan, layanan tiket terpadu, sebenarnya dilengkapi dengan sistem tiket elektronik, namun pihak PO menghendaki pembelian tiket dilakukan secara tunai. Alasannya, hasil penjualan tiket langsung diminta untuk mendukung operasional harian armada PO bersangkutan. Demikian halnya para penumpang, pada umumnya lebih memilih membayar tiket dalam perjalanan di atas bus.

Kondisi seperti itu, menurut Eko, mempengaruhi sistem boarding pass

yang sebenarnya telah diterapkan sejak terminal ini naik status menjadi tipe A. Praktis sistem boarding pass

untuk menyaring hanya penumpang bertiket dapat memasuki area pemberangkatan sebagaimana diberlakukan di bandar udara ataupun stasiun Kereta Api, belakangan tak dapat berjalan efektif. Padahal, di gate

pemberangkatan, telah disiapkan alat pemindai tiket secara elektronik.

Pihaknya berencana mengambil alih pengelolan layanan tiket terpadu, jika pihak Organda selaku pengelola kesulitan menggandeng seluruh PO untuk bergabung dalam layanan tersebut. Hanya saja, menurut Eko, pengambilalihan memerlukan persetujuan dari Kementerian Perhubungan, terkait status pengelolaan Terminal Bus Tirtonadi berada di tangan pemerintah pusat sejak Januari 2017 lalu. "Kami masih melakukan konsultasi dengan Kemenhub untuk menuntaskan persoalan layanana tiket terpadu," jelasnya.

Sementara, sejauh pemantauan KR di lapangan menyebutkan, layanan tiket terpadu yang dilengkapi dengan empat unit komputer secara online, nyaris tak pernah dihampiri calon penumpang. Padahal, lokasi layanan tersebut cukup strategis di emplasemen kedatangan. Seluruh calon penumpang ketika hendak menuju ke emplasemen pemberangkatan, dipastikan melewati tenan layanan tiket terpadu ini, namun mereka lewat begitu saja. (Hut)

BERITA REKOMENDASI