Lepas Jabatan Wabup Karanganyar, Rohadi Widodo Pamitan

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Undur diri Rohadi Widodo dari jabatan wakil bupati disambut haru para pejabat Pemkab Karanganyar dalam apel pagi di halaman kantor sekretariat daerah, Selasa (18/9). Rohadi mengaku tak patah arang berjuang untuk Karanganyar, meski tumbang di Pilbup.

 

"Saya atas nama pribadi bersama istri mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kekurangan selama 4 tahun delapan bulan ini (jabatan wabup). Kita (Juliyatmono-Rohadi) tim yang hebat, harus dilanjutkan," kata Rohadi didampingi istrinya, Hadiasri Widiasari.

Secara normatif, seharusnya Rohadi lengser bersama Juliyatmono di akhir periode 2013-2018 pada 15 Desember mendatang. Namun karena Rohadi maju di Pileg 2019-2024, maka proses undur diri lebih awal. Persetujuan gubernur atas pengajuam itu harus dikantongi Rohadi sebelum diumumkan Daftar Calon Tetap (DCT) legislatif DPRD Karanganyar pada 20 September 2018. Ia berharap komunikasi dan hubungan baik dirinya dengan seluruh stakeholder birokrasi tetap terjalin harmonis meski dirinya bukan lagi di lingkaran birokrat.

"Saat lewat di Ngargoyoso silakan mampir. Sekarang saya pulang," kata pria kelahiran Ngargoyoso ini.

Usai menyampaikan pamitannya, seluruh peserta apel dari berbagai kedinasan bersalaman. Sekda Pemkab Karanganyar, Samsi mengapresiasi kerja pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo selama periode kepemimpinannya. Menurutnya, berbagai prestasi diraih berkat kerja tim tersebut.

"Kita memperoleh pengelolaan dana rakca Rp 68 miliar. Itu berkat beliau berdua (Juliyatmono-Rohadi). Sedih bukan karena perpisahan, melainkan pertemuan yang sangat singkat. Silakan pak Rohadi mampir di Setda. Panjenengan tetap kami anggap sesepuh dan senior," katanya.

Bupati Juliyatmono menyayangkan kemitraannya dengan Rohadi di panggung politik harus kandas pada Pilkada Karanganyar 2018. Hal itu bukan kemauannya, melainkan desain elite politik di tingkat pusat.

"Bersama pak Rohadi, saya tidak ada maksud selain memajukan Karanganyar. Namun takdir berkata lain. DPP partai memisahkan kami. Namun saya yakin publik bisa membaca ini. Tidak mungkin Juliyatmono meninggalkan Rohadi," katanya.

Usai mundur, posisi yang ditinggalkan Rohadi Widodo akan dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten. Seperti Ketua Penanggulangan Kemiskinan dan Tim Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (TP4GN). (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI