Leptospirosis Ancam Petani, Empat Warga Meninggal Dunia

KARANGANYAR, KRJOGJA.com –  Empat warga Kabupaten Karanganyar meninggal dunia akibat terjangkit leptospirosis. Antisipasi perlu dilakukan segera mengingat pasien penyakit dari kencing tikus itu terus bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar Cucuk Heru Kusumo mengatakan deteksi persebaran penderita leptospirosis di Kecamatan Tasikmadu, Colomadu, Gondangrejo dan Jaten. Data tersebut tercatat pada Januari 2020. Pada awalnya pasien meninggal dunia asal Tasikmadu dan Colomadu. Beberapa hari kemudian, dua lainnya tak tertolong. Cucuk mengatakan tingkat kegagalan penanganan pasien leptospirosis tergolong tinggi.

“Kami belum menetapkan endemis leptospirosis. Sebab baru menemukan kasus leptospirosis dan meninggal kali ini,” katanya kepada wartawan di gedung DPRD Karanganyar, Rabu (29/1).

Ia memerintahkan seluruh petugas puskesmas di 17 kecamatan mencermati pasien bergejala suhu tinggi dan gangguan saluran pernapasan. Penanganan segera sangat menentukan penyelamatan jiwanya. Lebih lanjut dikatakan Cucuk, warga Karanganyar penderita leptospirosis tak semuanya dirawat di Karanganyar. Sebagian di RS di Kota Solo.

Ia meminta kalangan rentan terjangkit penyakit mematikan ini waspada. Satu diantaranya petani.

“Penyakit ini dari kencing tikus. Tikus yang berekosistem di sawah. Petani maupun orang-orang yang aktif berkecimpung di sana, perlu waspada. Perbanyak membersihkan diri dengan sabun. Jika muncul gejala suhu tinggi dan gangguan pernapasan, segera ke faskes (fasilitas kesehatan/puskesmas/RS),” katanya.

Menurutnya, langkah antisipasi lebih efektif mencegah penyakit merebak. Usahakan meminimalisasi kontak dengan lingkungan rentan. Dikatakan, leptospirosis tidak hanya berasal dari kencing tikus di dalam rumah, namun juga genangan air yang tidak mengalir. Seperti banjir di perkampungan, dimana airnya berpotensi menyebarkan bakteri di kencing tikus tersebut.

“Jika kawasan sungai, yang rawan daerah pinggiran saja. Karena kalau air di sungai itu mengalir, jadi tidak tergenang sehingga potensi penyebaran bakterinya tidak tinggi,” imbuh dia.

Penyakit leptospirosis faktor terbesar penyebabnya yaitu lingkungan yang kumuh. Maka dari itu warga harus berhati-hati dalam menjaga dan membersihkan lingkungan. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI