Lestarikan WO Sriwedari, PT KAI Salurkan CSR

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Pada ulang tahunnya yang ke-107, Wayang Orang (WO) Sriwedari memperoleh kado istimewa dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) berupa bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp 223,3 juta. Pertenganan Maret lalu, PT KAI juga menyalurkan bantuan serupa senilai Rp 150 juta, yang dialokasikan untuk pengadaan peralatan 'sound system' baru.

Direktur Personalia, Umum dan Teknologi Informasi, PT KAI, Apiryono Wedi Chresnanto, menjawab wartawan usai menyerahkan CSR, di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (MPK), Jumat (7/7) mengungkapkan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya. Kondisi WO Sriwedari yang serba terbatas, baik sarana dan prasarana maupun animo masyarakat, memerlukan penanganan serius, agar ke depan mampu eksis seirama dengan perkembangan zaman.

Pihak PT KAI berkomitmen penuh untuk membantu melestarikan WO Sriwedari, bahkan hingga Juli ini telah menyalurkan bantuan melalui program CSR hingga dua kali, dan mungkin akan berlanjut hingga masa mendatang. Harapannya, penyaluran CSR tersebut dapat mengurangi beban kebutuhan finansial WO Sriwedari, yang akhirnya bermuara pada perbaikan kualitas pertunjukan serta mengangkat animo masyarakat.

Sementara Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyebutkan, bantuan CSR senilai Rp 223,3 juta akan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pemanggungan WO Sriredari, termasuk penggantian kastum yang sebagian telah usang. Pengadaan kastum baru cukup mendesak, sebab penampilan pemain di panggung dengan dukungan kastum yang lusuh, berpengaruh besar pada kualitas pemanggungan, selain pula daya pikat terhadap penonton.

Berbagai upaya untuk membangkitkan kembali masa kejayaan WO Sriwedari, menurut pria yang akrab disapa Rudy, telah dilakukan, namun diakui belum membuahkan hasil sebagaimana diharapkan. Rencananya, gedung WO Sriwedari akan direvitalisasi secara total, bersamaan dengan penataan ulang kawasan Taman Sriwedari. Demikian pula regenerasi pemain dilakukan secara bertahap dengan merekrut tenaga muda lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) maupun Sekolah Menegah Karawitan Indonesia (SMKI). (Hut)

BERITA REKOMENDASI