Lewat Medsos dan TV, Generasi Milenial Solo siap ‘Nyoblos’

SOLO, KRJOGJA.com – Lembaga Penelitian Multi Prospek Development Research Center (MPDRC) Solo dengan Koordinator Riset Nunik Nurhayati, SH, MH yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Solo melaksanakan survey terhadap responden pemilih milenial di Kota Solo yang akan menggunakan hak pilihya untuk pertama kali di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ini. 

Pelaksanaan survey selama 20 Februari 2019 – 10 Maret 2019. Survey ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai persepsi politik pemilih milenial terhadap pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 ini. Serta melihat bagaimana akses pemilih milenial terhadap media informasi terkait pemilu.

Menurut Nunik survey dilaksanakan terhadap pemilih pemula yang berstatus pelajar yang baru pertama kali akan memilih di pemilu di 2019, Usia responden minimal 17 tahun. Sampel yang diambil sebanyak 477 responden yang tersebar di wilayah daerah pemilihan (dapil) di Kota Solo. Adapun pengambilan sampel dilakukan secara sistematis acak sederhana (systematic simpel random sampling) dengan tingkat kepercayaan 95% dan Margin of error sebesar 4,3%. Dari 477 responden tersebut dapat dibedakan jenis kelamin responden yang diambil dalam survey ini; sebesar 53,9% responden laki – laki dan 46,1% responden berjenis kelamin perempuan. 

"Usia Responden dalam survey terbesar berusia 17 tahun dengan 75,9% , 18 tahun 21,4% dan di atas 18 tahun sebesar 2,7%. Responden Survey saat ini berstatus pelajar di beberapa sekolah di Kota Surakarta, duduk di Kelas XII sebesar 60,8% dan di Kelas XI sebesar 39,2% atau mayoritas responden akan lulus sekolah pada tahun ini," ungkpnya.

Nanik menjelaskan dari hasil survey memperlihatkan bahwa, mayoritas responden pemilih milenial Kota Surakarta sebesar 94,5% menjawab “sudah tahu” akan adanya pemilu di tahun 2019 ini. Sementara responden yang mengaku belum tahu akan dilaksanakan pemilu hanya 5,5%. Walaupun mayoritas responden mengetahui akan adanya pemilu, namun ketika ditanyakan kapan tanggal pelaksanaan pemilu hanya 41,1% yang menjawab secara benar tanggal 17 April 2019. Sementara 58,9% responden menjawab secara tidak tidak tepat tanggal pelaksanaan pemilu atau belum tahu secara pasti kapan pelaksanaannya. 

Padahal, kata Nanik pelaksanaan pemilu tinggal satu bulan lagi. Hal ini bisa disebabkan karena dua hal yaitu karena akses media informasi terkait pemilu. Dan kedua adalah karena faktor sosialisasi yang masih kurang menyentuh segmen pemilih pemula dari kalangan milenial tersebut.

Nanik menambahkan mayoritas responden pemilih milenial di Kota Surakarta dalam akses media informasi terhadap berita politik dan Pemilu sebagian besar mengakses informasi dari Media Televisi sebesar 57%. Kemudian diikuti dengan Akses Berita Politik dan Pemilu melalui media sosial sebesar 21,6%. "5,9% responden mengakses berita politik melalui portal berita online. Jika jumlah ini digabungkan ada 27,5% responden yang mengakses media internet sebagai alternatif kedua setelah media televisi." (Tom)

BERITA REKOMENDASI