Libur Lebaran, TSTJ Targetkan 120 Ribu Pengunjung

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRjogja.com – Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) mentargetkan jumlah pengunjung 120 ribu orang selama musim libur Lebaran ini. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibanding momentum serupa tahun lalu. 

Hitung-hitungan tersebut didasarkan kondisi taman wisata di tepi Bengawan Solo ini yang kian nyaman, selain pula tambahan event berupa Taman lampion yang dioperasikan pada malam hari sejak akhir tahun 2017 silam, serta rentang libur lebih panjang.

Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menjawab wartawan, di kantornya, Selasa (12/6), mengungkapkan, pada musim libur Lebaran tahun lalu, jumlah pengunjung mencapai 76 ribu orang, dan tahun ini diperkirakan naik menjadi 80 ribu orang. Sedangkan pengunjung Taman Lampion dengan 'core event' air mancur menari pada malam hari, diproyeksikan mencapai 40 ribu orang hingga total menjadi 120 orang.

Dalam dua tahun terakhir, tambahnya, animo masyarakat mengunjungi TSTJ semakin meninggi, bahkan tahun 2017 mampu membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah. Sedangkan pada musim libur Lebaran, selain menyajikan event reguler, pihaknya juga menggelar agenda spesial Pekan Syawalan dengan berbagai atraksi dan hiburan dengan puncak acara Kirab Ageng Joko Tingkir serta pesta ketupat. 

Kebetulan, pada musim libur Lebaran ini, koleksi satwa TSTJ juga bertambah dengan kehadiran singa betina asal Afrika, hasil pertukaran dengan Kebun Binatang Serulingmas, Banjarnegara.

Khusus acara puncak Kirab Ageng Joko Tingkir, jelas Bimo, tahun ini rute kirab diperpanjang berangkat dari gerbang Utara Universitas Sebelas Maret (UNS) dan berakhir di Telaga TSTJ, dengan melibatkan kalangan masyarakat Kecamatan Jebres. Dalam kirab tersebut, disajikan aneka atraksi budaya dengan sentuhan kreativitas lebih memikat.

Menjawab pertanyaan kondisi air mancur menari yang mengalami gangguan sejak beberapa pekan lalu, Bimo mengungkapkan, mulai Sabtu (9/6), atraksi air yang dikombinasikan dengan musik serta sinar laser itu, sudah beroperasi kembali. Setiap malam, pertunjukan air mancur menari digelar hingga empat kali, dan diharapkan menjadi magnet bagi masyarakat menghabiskan malam di TSTJ sembari berselfie ria dengan latar konfigirasi warna-warni lampion aneka bentuk dan ukuran.

Sedangkan arus kunjungan ke TSTJ sejak awal musim libur Lebaran pekan ini, Bimo menyebut, kendati belum terjadi peningkatan berarti, namun denyut kemeriahan mulai tampak. "Puncak kunjungan akan terjadi pada hari kedua Idul Fitri hingga menjelang akhir musim libur Lebaran," ujarnya, sembari menjelaskan, berdasar pengalaman, peningkatan drastis arus kunjungan memang terjadi pada pasca Lebaran. (Hut)

 

BERITA REKOMENDASI