Liburan Akhir Tahun di Tawangmangu, Hotel Penuh Semua

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Ramainya kunjungan wisata di Tawangmangu jelang tahun baru berdampak positif bagi pengusaha perhotelan. Hampir semua kamar terisi meski bertarif sewa lebih mahal. Rata-rata kamar disewakan dua kali lipat lebih tinggi dibanding hari biasa. Hotel Duta yang berlokasi di depan pintu masuk Grojogan Sewu memasang tarif Rp 400 ribu per kamar dan seluruhnya habis dipesan pada 31 Desember 2016.

“11 kamar penuh untuk malam pergantian tahun. Kalau saat ini masih ada beberapa yang kosong. Namun harganya juga berbeda dari biasanya Rp 200 ribu per kamar reguler,” ujar karyawan hotel tersebut, Suraji kepada KR

, Selasa (27/12).

Senada disampaikan pemilik Hotel Pondok Sari, Tugino. Ia bahkan berani menyewakan per kamar berfasilitas ekstra Rp 1 juta per malam dari harga normal Rp 400 ribu. Sekitar 75 persen dari total 26 kamar yang disediakan terisi mulai malam Natal atau Jumat (24/12). Ia memastikan seluruh kamar habis dipesan pada 31 Desember karena sudah di-booking berbulan-bulan sebelumnya.

“Pemesan untuk malam tahun baru biasanya pelanggan tetap. Mereka dari Jakarta, Solo dan kota besar lainnya. Kenaikan harga ini dianggap wajar,” kata pria yang menjabat Ketua II Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karanganyar ini.

Saking banyaknya peminat, pemesanan kamar di hotel berbintang biasanya antara tiga bulan sampai satu tahun sebelum check in tanggal 31 Desember. Seperti di Hotel Pondok Asri, dimana pemesanan kamar untuk check in tanggal 31 Desember 2017 dilakukan konsumen saat check out tanggal 1 Januari 2017.

“Di Pondok Sari, pelayanannya standar. Penyewa dipersilakan membuat party sendiri seperti pesta kembang api,” lanjut Tugino.
Selain ramai di usaha perhotelan, momentum pergantian tahun membawa iklim positif seluruh usaha jasa, pariwisata dan perdagangan di Tawangmangu.

Di sisi lain, jumlah wisatawan membeludak tak diimbangi penyediaan ruang parkir kendaraan bermotor. Muncul kantung parkir dadakan di kampung-kampung dengan tarif tak sesuai standar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Tarsa menyerahkan penataan di kawasan potensial pariwisata ke pengelolanya. Ia mengingatkan aspek keamanan pengunjung diprioritaskan. “Pengelola harus komitmen dengan pengamanan itu. Termasuk menyediakan sendiri area parkir. Faktor-faktor penyebab kecelakaan di kawasan wisata harus diantisipasi sebelumnya,” jelasnya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI