Lima Armada Lebaran Terdeteksi Tidak Layak Jalan

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sedikitnya lima bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang dipersiapkan untuk armada Lebaran ditemukan tidak laik jalan saat diperiksa oleh tim penguji kendaraan bermotor (PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, Selasa (20/06/2017). Kelima bus dari Perusahaan Otobus (PO)  Harta Sanjaya Sragen tersebut terpaksa dipulangkan ke garasi.

Penyelia PKB Dishub Sragen, Junaedhi mengungkapkan lima armada itu memang diujikan karena akan difungsikan sebagai armada mudik. "Saat kita cek ada beberapa kelengkapan wajib yang belum terpenuhi. Seperti hand rem, alat pemecah kaca dan alat pemadam.  Sehingga dengan sangat terpaksa kami minta kembali dan tidak diloloskan. Tapi kemudian pulang dan dilengkapi sehingga sudah dinyatakan laik," ujarnya.

Menurut Junaedhi, penolakan untuk kendaraan tidak lolos uji ini memang dilakukan sebagai bentuk ketegasan. Tak hanya saat arus Lebaran seperti sekarang, pengetatan uji sebenarnya juga sudah mutlak dilakukan pada pengujian yang selama ini dijalankan di PKB Dishub Sragen.

Hal itu dilakukan mengingat pentingnya kelaikan jalan bagi kendaraan utamanya angkutan orang dan penumpang. Selain 5 bus yang sempat tidak lolos, jelasnya, tim juga menyempatkan memeriksa kondisi armada AKAP untuk arus mudik di garasi PO Harta Sanjaya, di Masaran.

Namun dari dua armada yang dicek di garasi, semuanya dinyatakan tidak ada masalah. Guna memastikan kelaikan, pengecekan juga dilakukan di lapangan melalui ram check armada yang melintas. Hal itu dilakukan beberapa hari guna memastikan kondisi armada dan kesehatan pengemudinya.

Junaedhi menambahkan untuk arus Lebaran tahun ini,  Dishub juga mengirim dua armada untuk mudik gratis yang difasilitasi Kemenhub dan Pemprov Jateng. Untuk Sragen, data yang masuk ada sekitar 1.800 perantau Sragen di Jakarta yang akan memanfaatkan fasilitas mudik gratis itu.

Mereka akan dipulangkan secara bertahap dengan 40 bus mulai 19 Juni hingga 23 Juni mendatang. "Nanti turunnya di masing-masing daerah. Sragen ada 1800 warga perantau yang ikut mudik gratis," tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI