Lima Tahun Dikurung, Kondisi Pariyem Memprihatinkan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Perempuan tua asal Celep Lor Rt 04/Rw II Desa Dagen, Jaten, Pariyem (60) dievakuasi dari ruang isolasi belakang rumahnya oleh polisi dan pemerintah desa setempat, Senin (08/01/2017). 

Selama lima tahun terakhir, Pariyem dikurung di ruangan tanpa sirkulasi udara dan penerangan memadai. Ruangan berukuran 3X4 meter persegi ini berpintu dan jendela teralis besi. Wanita dua orang anak ini sengaja dikurung keluarganya karena kurang waras. 

Meski berada di rumah orang tuanya, Wiro satimin-Sulinem, ia justru terpenjara di sana selama bertahun-tahun. Ia makan dan minum dari ransuman yang dimasukkan ke sela teralis. Terkadang ayah dan adiknya masuk ke ruangan itu sekadar membersihkan kotoran lalu dikunci lagi.

"Dulunya, kakak ipar saya itu waras. Cekcok dengan suaminya. Sampai akhirnya dia seperti itu. Sering mengamuk. Membahayakan diri sendiri dan orang lain. Saya pernah dilempar batu di kening sampai berdarah,” kata adik ipar Pariyem, Suwarto (50).

Sejak saat itu, keluarga membuatkan sebuah ruangan tak ubahnya sel penjara. Pariyem dijebloskan di sana. Tanpa diperlakukan secara manusiawi, kondisi psikologis wanita ini makin parah. Dua anaknya hanya menjenguk ibundanya itu setahun sekali saat lebaran. Padahal rumah mereka tak jauh, cuma di desa tetangga.

“Sebelumnya tidak tinggal di ruang itu. Malah dibuatkan kamar tidur kompit dengan toilet dalam. Tapi, semua itu tidak dipakai. Malah tidur di lantai. Dia marah kalau ada orang tak dikenal, apalagi menyantap makanan bukan kesukaannya. Mbakyu tidak suka sayur,” katanya.

Terkadang Pariyem melantunkan tembang Jawa. Tampaknya, hanya itu satu-satunya cara Pariyem membunuh sepi. (Lim)

BERITA REKOMENDASI