Linmas Jaga Perlintasan Tol Soker

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Tenaga Linmas siap dikerahkan untuk menjaga perlintasan tol Solo-Kertosono (Soker) saat difungsikan sebagai jalur alternatif mudik, 19 Juni hingga 2 Juli mendatang. Penjagaan dilakukan karena masih banyak perlintasan terbuka di ruas tol penghubung Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) tersebut.

Perlintasan terbuka masih terdapat di beberapa titik karena pembangunan jembatan layang atau upper pass belum selesai dikerjakan. Ruas tol Soker rencananya akan difungsionalkan sebagai jalur alternatif arus mudik 19 Juni-25 Juni dari arah Barat atau Solo ke Ngawi dan sebagaliknya sebagai jalur alternatif arus balik dari arah Timur atau Ngawi ke Solo pada 26 Juni-2 Juli.

Kepala Seksi (Kasi) Teknologi Prasarana Jalan, Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, Pursis Yuliono Senin (5/6) mengatakan, sampai saat ini memang masih ada penggalan jalan yang perlintasannya terbuka. Seperti perlintasan di Purwosuman Kecamatan Sidoharjo dan Pringanom Kecamatan Masaran. "Untuk keamanan, nantinya perlintasan seperti itu akan dijaga Linmas desa setempat," ujarnya.

Menurut Pursis, penjagaan dilakukan sebagai antisipasi kendaraan menyeberang di perlintasan, atau warga setempat yang menyeberangkan hewan ternak. Nantinya operasional Linmas menjadi tanggungjawab dari PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) selaku rekanan penggarap proyek tol Soker.

Pursis mengungkapkan, meski akses pintu masuk dan keluar tol di Sragen berada di kawasan Pungkruk, Sidoharjo, dimungkunkan tetap ada pemudik yang masuk atau keluar tol lewat Purwosuman dan Masaran. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengendalian lalulintas ruas tol Soker dilakukan terpadu Dishub, Satlantas Polres Sragen dan PT SNJ.

Dishub juga akan menambah rambu-rambu portabel sehingga memudahkan para pemudik keluar dan masuk tol Soker. Dari pantauan di lapangan, hingga saat ini memang masih ada perlintasan yang terbuka.

Biasanya perlintasan ini tengah ada pembangunan jembatan layang yang belum selesai. Hal ini bisa jadi karena masih belum kelarnya pembebasan tanah yang saat ini terus diupayakan.

Salah satu jembatan layang yang dalam proses penyelesaian adalah di Desa Purwosuman, Sidoharjo dan Desa Pringanom, Masaran. Di perlintasan ini banyak dijumpai kendaraan yang melintas atau yang hendak dan keluar masuk ruas tol. Begitu pula masih dijumpai ternak warga yang berada di kawasan tol, seperti bebek dan kambing.

Sebelumnya Sekretaris Tim Pengadaan Lahan Kabupaten Sragen, Wahyu Dwi Hari Prasetyo mengatakan, salah satu yang menjadi prioritas untuk dibebaskan adalah lahan yang ada di kawasan yang jadi simpang susun atau interchange, yang ada di wilayah Sidoharjo agar bisa dibebaskan terlebih dahulu. Dua wilayah kecamatan yang proses pembebasan lahannya paling cepat adalah di Masaran dan Sidoharjo. (Sam)

BERITA REKOMENDASI