Lokomotif Tua TMII Diboyong ke Solo

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Sempat tertunda hingga satu tahun, lokomotif tua seri D52099 yang selama ini tersimpan di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, diboyong ke Solo melalui jalan darat. Rencananya, lokomotif buatan tahun 1950-an itu, akan dioperasikan sebagai Kereta Api (KA) wisata mendampingi 'Sepur Kluthuk Jaladara' yang telah dioperasikan sejak 2009 silam.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Yosca Herman Sudrajat, menyebutkan, hingga Senin (14/11) siang, pengiriman lokomotif uap tersebut masih dalam perjalanan menggunakan truk besar, diperkirakan tiba di Solo Selasa (15/11) dini hari. Selain lokomotif seri D52099 keluaran pabrik Fried Krupp Jerman, tambahnya saat dihubungi di kantornya, Senin (14/11), juga dikirimkan satu unit lokomotif uap lain berseri D1410, juga buatan pabrikan Jerman tahun 1922.

Sejak tiga tahun lalu, menurut Yosca, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memang mengajukan permohonan tambahan lokomotif uap kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk dioperasikan sebagai KA wisata. Alasannya, lokomotif seri C1218 yang dulu diboyong dari Museum KA Ambarawa, sering ngadat, sehingga mengganggu pelayanan wisata. "Lokomotif itu nanti dioperasikan secara bergantian, sehingga laju kerusakan dapat terkurangi, sebab pengoperasian lokomotif tua ini juga memiliki aspek konservasi," jelasnya.

Menjawab pertanyaan kemungkinan memperpanjang rute KA wisata hingga Wonogiri, Yosca menyebutkan, sejauh ini masih mempertimbangkan kondisi fisik lokomotif D25099. Selama ini, rute 'Sepur Kluthuk Jaladara' hanya sejauh sekitar 5 kilometer dari Stasiun KA Purwosari hingga Stasiun Sangkrah menyusuri tepi Jalan Slamet Riyadi. Sedangkan jarak tempuh Solo – Wonogiri sekitar 35 kilometer, sehingga memerlukan mempertimbangkan kondisi lokomotif secermat mungkin. Terlebih, lokomotif uap seri D52099, merupakan satu-satunya dari 100 armada serupa yang masih tersisa, sedangkan yang lain dimuseumkan karena kondisi kerusakan cukup parah. (Hut)

 

BERITA REKOMENDASI