Longsor Masih Ancam Karanganyar

KARANGANYAR (KRjogja.com) –  Hujan deras memicu longsor di banyak lokasi di lereng Gunung Lawu, Rabu (09/11/2016). Diperkirakan, pergerakan tanah belum berhenti hingga esok hari. 

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Nugroho meminta seluruh personel dan sukarelawan bersiaga di posko masing-masing. Yakni tiga posko penanganan longsor dan dua posko penanganan banjir. Hujan deras yang belum juga mereda hingga Rabu malam memicu longsor di banyak lokasi. Selain itu, tinggi mata air (TMA) Sungai Bengawan Solo mendekati kritis.

"Laporan masuk terkait longsor di beberapa titik. Bukan skala besar namun tetap ditangani serius. Selama hujan masih turun, segala kemungkinan terburuk bisa terjadi," ujarnya, Rabu malam. 

Dilaporkan longsor talud setinggi 3 meter di Plumbon, Tawangmangu sempat menutup jalur utama dari Somokadu ke atas. Beruntung jalur itu segera dibuka usai material tanah disingkirkan dari jalan raya. Sedangkan di Ngargoyoso, talud rumah milik Surati (65) warga Dusun Pandananom berukuran tinggi dua meter ambrol. Tercatat hingga Rabu sore, enam titik longsor di Desa Dukuh, Ngargoyoso. 

Dari laporan warga, hujan deras membuatnya panik khususnya bagi penduduk wilayah rawan longsor. Seperti yang dialami salah seorang pemilik vila, Saidi Cipto Suwanto (70) warga Dusun Ngetrep, Kemuning. Ia meminta tiga orang membuat saluran sederhana untuk mengalirkan air hujan menjauhi vila. Namun longsor bukit setinggi enam meter di belakang vila terlanjur menghantam tembok dapur sampai jebol.  (R-10)

 

BERITA REKOMENDASI