Lowongan 6 Pejabat Eselon II

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN (KRjogja.com) – Sedikitnya enam jabatan eselon II di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dipastikan tetap kosong dan sementara akan diampu pelaksana tugas (Plt). Terbuka peluang bagi eselon III untuk promosi mengisi kekosongan tersebut dengan mekanisme job fit.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai menghadiri sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Rabu (21/12/2016) mengatakan, kekosongan beberapa jabatan eselon II tersebut dikarenakan pejabat lama sudah memasuki masa pensiun serta ada juga yang meninggal. Kekosongan jabatan ini akan diisi pada awal 2017 dengan mekanisme pengajuan lamaran dari pejabat eselon III.

Menurut Yuni, enam jabatan eselon II yang kosong di antaranya Kepala Dinas Perdagangan (Disdag), Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan), Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpor), Asisten I Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda), dan dua staf ahli Bupati Sragen. "Silakan pejabat eselon III untuk membuat lamaran menjadi eselon II. Pelamar eselon II bisa dari dalam atau luar Sragen, tapi prioritas tetap dari dalam Sragen," ujarnya.

Sementara untuk langkah terdekat sambil menunggu pengisian pejabat eselon II yang kosong, jelas Yuni, akan dilakukan mutasi sesuai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Penataan pegawai tersebut paling lambat dilakukan akhir Desember ini. "Jadi per 1 Januari 2017, SOTK baru sudah bisa diterapkan dan semua pejabat sudah on bekerja. Setelah itu baru menggelar job fit pengisian eselon II yang kosong," tandasnya.

Yuni meminta seluruh pejabat tidak galau atau gusar dengan akan diberlakukannya SOTK baru. Penataan pegawai yang akan dilakukan dalam waktu dekat dijamin profesional dengan berprinsip right man on the right place. "Saya pikir semua ASN (aparatur sipil negara) sudah paham bahwa mutasi adalah bagian dari penyegaran dan tidak akan mengurangi kinerja," tuturnya.

Justru penataan itu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik dengan menempatkan orang-orang yang tepat sesuai kapasitas dan kemampuan. "Kami pastikan mutasi tidak dilakukan berdasar like and dislike. Semua mempertimbangkan aspek kemampuan dan kapasitan ASN," tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI