LPPM UNS Ditata ulang

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Prof Dr Widodo Muktiyo MCom melakukan penataan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Sejumlah pusat studi berstatus C, D dan E yang tidak berkembang  akan diganti atau dimerger dengan pusat studi yang lain.

Karena itu pusat studi berstatus C, D dan E belum diberi kesempatan melakukan pemilihan kepala baru. Masing-masing masih diminta untuk diskusi mempertimbangkan kondisinya apakah siap diganti atau dimerger. Di LPPM terdapat 24 pusat studi baru, sekitar separohnya bersatus C, D dan E.

"Sementara bagi pusat studi yang berstatus A dan B sudah didoromg melakukan pemilihan kepala baru," jelas Prof Widodo, Ketua LPPM UNS yang baru disela pertemuan tahunan Pusat Pengkajian Kebijakan Daerah dan Kelembagaan (PPKDK) di hotel Adiwangsa, Jumat (14/6).

Prof Widodo mencontohkan pusat studi Jepang dan Asean. Jika keduanya dimerger bisa menjadi pusat studi Asia Timur. Begitu juga yang lainnya. Ia ingin ke depan pusat studi memiliki gedung sendiri seperti yang sudah dilakukan pusat studi Lingkungan Hidup.

Kepala PPKDK, Tuhana SH MSi menjelaskan pihak terus konsens terhadap pengembangan kebijakan dan kelembagaan. Secara khas menyangkut penataan sumber daya aparatur untuk mempercepat reformasi birokasi. (Qom)

 

 

UNS

BERITA REKOMENDASI