LPTK Dituntut Ikuti Perkembangan Dunia Pendidikan

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus selalu mengupdate terkait adanya perkembangan maupun perobahan kebijakan dalam dunia pendidikan. Sehingga kompetensi calon guru yang dihasilkan selalu sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa di sekolah-sekolah.

"Bisa terkait dengan kompetensi digital maupun heteroginitas peserta didik menyusul diterapkan sistem zonasi," jelas Prof Dr Nunuk Suryani MPd, ketua penyelenggara International Conference on Teacher Training and Education (ICTTE) 2019 di hotel Best Western, Sabtu (05/10/2019).

Masalah kompetensi guru banyak dibahas dalam forum tahunan yang mengangkat tema ‘Digital Literacy, Society 5.0 – Transforming Teacher Training and Education to Leverage Teacher Professionalism in Digital Area’.  LPTK harus menyesuaian diri agar lulusan bisa mengatasi berbagai hal yang ada di sekolah ykani kompetensinya, melek digital, cakap menghadapi abad 21.

Selain itu guru tetap dituntut bisa menggerakan peserta didik yang motivaasinya rendah, apatis, kemudian ada juga yang tak mau terlibat dalam diskusi. Sementara siswa pinter tetap juga ada. " Dengan sistem zonasi ada heteroginitas peserta didik. Dan itu harus dihadapi guru," tutur Prof Nunuk.

Disebutlan kompetensi guru bagus harus bisa menguasai murid dari berbagai variasi. Dulu sekolah favorit gurunya enak karena dapat murid pinter. Dengan zonasi ada heteroginitas peserta didik, guru harus siap mengatasi. Sekali lagi Prof Nunuk mengingatkan guru harus siap menghadapi perubahan zaman maupun pergantian kebijakan.

Tahun ini penyelenggaraan ICTTE  bersamaan dengan The 1st Annual Education and Vocational Education Conference (AEVEC) dengan sejumlah pakar sebagai pembicara utama. Seperti Prof. Caroline Chan, Ph.D dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Australia yang menyampaikan materi dengan tema ‘Meeting the needs of industry: Transforming the teacher training & education’.

Selain itu Gogot Suharwoto PhD (Pustekkom Kemendikbud Indonesia), pakar bidang teknologi dan komunikasi pendidikan, Prof.Dr Khairiyah Mohd Yusof (Universiti Teknologi Malaysia), pakar di chemical engineering, Prof.Dr Moch. Bruri Triyono (Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pakar bidang technical and vocational education and training. (Qom)

BERITA REKOMENDASI