Macan Tutul Betina Masuk Perangkap

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Seekor macan tutul betina masuk perangkap yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Binatang buas itu yang membantai puluhan kambing milik warga Jatiyoso, beberapa bulan terakhir. 

Kapolsek Jatiyoso, Iptu Subarkah kepada wartawan, Sabtu (22/12) mengatakan macan tutul masuk kandang jebakan pada Jumat (21/12) malam. Kandang tersebut dipasang di belakang kandang ternak milik Giyanto di wilayah Dusun Gondang, Desa Wonorejo, Jatiyoso selama 27 hari sejak macan tutul menyerang kambing milik warga.

Lokasi pemasangan jebakan di jalur sering dilewati macan ke permukiman warga. Beberapa ekor binatang buas itu membantai 26 ekor ternak di Desa Wonorejo dan Desa Beruk, Jatiyoso. 
"Perangkapnya dipasang sejak 26 November. Lalu, di dalamnya dipasang umpan kambing hidup. Warga menyadari berhasil menjebak pada Sabtu pagi," kata Kapolsek. 

Petugas BKSDA langsung meninjau lokasi begitu mendapat laporan buruan terperangkap. Di dalam kandang jebak terdapat buruannya tak berkutik setelah meremukkan kepala kambing umpan. Sebelumnya, macan tutul sangat lihai. Umpan diambil, namun tak terperangkap. Kemudian, petugas mendesain ulang kandang jebak. 

Selama macan tutul belum tertangkap, suasana mencekam dirasakan warga Jatiyoso. Mereka waswas hewan ternaknya kembali dibantai. Bahkan, sebagian menjual kambing-kambingnya daripada merugi karena jadi korban keganasan binatang buas. Namun, warga tak berani membunuh hewan dilindungi itu. 

Kades Wonorejo, Sudrajat mengatakan macan tutul terperangkap bukan berarti situasi aman. Ia meyakini, beberapa ekor masih berkeliaran di hutan. 
"Wilayah kami berbatasan langsung dengan hutan tempat habitat macan tutul. Yang terperangkap hanya satu. Lainnya masih," katanya. 

Perkiraan itu bukan tanpa bukti. Ia memiliki rekaman beberapa ekor macan tutul sedang berjingkat di sekitar kandang jebak. Saat itu, kamera pengintai dipasang di kandang tersebut. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI