Maju Lomba Tingkat Jateng, Karanganyar Unggulkan Tiga Desa

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Karanganyar mengandalkan prestasi tiga desa pada kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah di bidang Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), Posyandu dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Pada penilaian tingkat Jawa Tengah ini, Desa Jati, Jaten disodorkan untuk maju pada LBS. Kemudian Desa Ngringo, Jaten pada posyandu unggulan Ngudi Sehat dan Desa Dayu, Karangpandan pada PHBS,” ujar Ketua TP PKK Karanganyar, Siti Khomsiyah Juliyatmono di hadapan tim penilai lomba tingkat provinsi yang hadir di rumah dinas bupati, Rabu (14/9).

Dijabarkannya, Desa Jati, Jaten layak diunggulkan pada lomba LBS tahun 2016 berdasarkan prestasi serupa yang diraihnya pada 2014. Desa ini menyabet predikat 1 kategori Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan lomba PHBS tingkat provinsi tahun 2015. Sedangkan Posyandu Ngudi Sehat RW 24 Desa Ngringo, Jaten mampu memberdayakan kader kesehatannya. Dikatakannya, model partisipasi warga untuk mewujudkan LBS di Desa Jati menjadi percontohan di Kabupaten Karanganyar.

“Partisipasi masyarakat di Posyandu Ngudi Sehat cukup tinggi, yakni 94,4 persen pada 2015. Para kader berhasil mengembangkan program bina keluarga balita (BKB), PAUD, cuci tangan pakai sabun (CTPS), bina keluarga remaja (BKR) dan sebagainya. Posyandu ini banyak meraih prestasi sejak dua tahun terakhir dengan 15 jenis perlombaan,” lanjutnya.

Sedangkan PHBS paling kentara di Desa Dayu terkait komitmen bebas rokok di hari Jumat dan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Manusia (UKBM) untuk mewujudkan derajat hidup sehat.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng, Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan, penilaian lomba LBS, Posyandu dan PHBS menyasar penerapan program tersebut di tingkat rumah tangga. Adapun program-program tersebut diharapkan teraplikasi secara menyeluruh meliputi pola asuh anak dan karakteristik yang bermula dari posyandu.

“Pekerjaan rumah di Jawa Tengah masih banyak. Terutama problem buang air besar sembarangan dan jamban kurang sehat. Juga angka kematian ibu di Karanganyar, dalam kategori siaga,” jelasnya. (R-10)

 

 

BERITA REKOMENDASI