Marak, Penghinaan Hakim di Media Sosial

SOLO, KRJOGJA.com – Menghina hakim dan pengadilan tidak saja saat berlangsung persidangan, tapi juga dilakukan melalui media sosial (medsos).

"Sekarang menghina hakim umumnya melalui medsos. Ini luar biasa," ungkap Prof Dr Aidul Fitriciada Azhari, Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudusial (KY) pada simposium 'Pencegahan perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim" di hotel Aston Solo, Kamis (01/08/2019)

Menghina hakim dan pengadilan melalui pemberitaan atau publikasi, lanjut Prof Aidul jumlahnya  banyak sekali. Sementara penghinaan dan kekerasan terhadap hakim di persidangan juga masih terjadi. Seperti di Jakarta Barat atau juga di kabupaten Sragen. Saat ini KY merumuskan pengaturan lebih lanjut mengenai tugas menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim.

Perbuatan merendahkan hakim antara lain mengganggu hakim dalam proses persidangan, kemudian mengancam keamanan hakim di dalam dan di luar persidangan. Perlindungan terhadap hakim mutlak, bukan semata untuk individu hakim tetapi yang lebih penting menjaga kewibawaan peradilan dari perbuatan yang merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim. 

"Jadi perlindungan kepada hakim bertujuan untuk menjunjung tinggi harkat dan keluhuran martabat dalam rangka mewujudkan hakim yang bersih, jujur, dan profesional," tandas Prof Aidul. (Qom)

BERITA REKOMENDASI