Masalah Kesehatan, Tiga Calhaj Sragen Gagal Berangkat

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sedikitnya tiga calon haji (calhaj) 2017 dari Kabupaten Sragen dinyatakan tidak istitaah atau tidak akan mampu melaksanakan ibadah ke Tanah Suci. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan kesehatan yang digelar pekan lalu.

Akibatnya, rencana keberangkatan tiga calhaj itu ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, Sunar, Senin (17/7/2017) mengatakan, ada tiga calon haji yang dinyatakan tidak mampu dan harus ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci tahun ini. Semula total calon haji dari Sragen pada tahun ini mencapai 1.117 orang.

Sunar memerinci tiga calha yang tidak istitaah yakni satu orang karena hamil, satu orang karena menjalani cuci darah, dan satu orang mengalami gangguan jiwa. Data itu sudah dilaporkan ke Kemenag Sragen. "Keluarga calon haji yang mengalami gangguan jiwa mengajukan pengunduran diri dan penundaan. Data hasil pemeriksaan lanjutan kesehatan ini sudah kami laporkan ke Kemenag," jelasnya.

Sunar menjelaskan dari pemeriksaan lanjutan itu diketahui ada beberapa calon haji yang harus dirujuk untuk rawat inap. Sebanyak dua calon haji harus menjalani transfusi darah karena mengidap anemia. Ada juga yang sakit permanen. "Ada yang dirujuk ke dokter spesialis paru dengan diagnosis paru TB aktif. Nanti dibuktikan hasil pemeriksaan laboratorium," tandasnya.

Selain itu ada 15 calhaj yang dirujuk ke dokter jantung karena mengalami gangguan jantung, termasuk seorang yang post-stroke. Tapi mereka masih berpeluang berangkat ke Tanah Suci. "Selain tiga calon haji yang istitaah masih berpeluang berangkat haji. Tapi dengan pendampingan dari tim. Mudah-mudahan dengan menjalani perawatan rujukan mereka segera sehat kembali," tambah Sunar.

Lebih jauh, Sunar menerangkan seluruh calon haji asal Sragen sudah menjalani vaksinasi meningitis. Vaksinasi dilakukan tim medis pada pekan lalu selama empat hari di Kantor PMI Kabupaten Sragen. "Vaksinasi meningitis ini wajib hukumnya. Alhamdulillah tidak ada yang menolak. Kalau menolak ya secara otomatis tidak bisa berangkat haji. Ada screening ketat di bandara Arab Saudi," tuturnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Sragen, Ahmad Nasirin mengatakan, jumlah calon haji tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. Pada tahun lalu jumlah jemaah haji asal Sragen yang diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 780 orang. Tahun ini jumlah tersebut melonjak menjadi 1.117 orang. "Kabupaten Sragen ada penambahan 300-an calon haji tahun ini. Penambahan kuota terjadi secara nasional. Sedangkan kuota tahun depan belum bisa dipastikan," jelasnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI