Masih Banyak Petani Belum Masuk Poktan

SOLO, KRJOGJA.com – Memasuki musim tanam bulan Oktober -Maret 2018, PT Petrokimia Gresik yang bertugas melakukan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia telah melakukan identifikasi permasalahan di lapangan berikut solusinya. 

"Berbagai permasalahan telah diidentifikasi diantaranya masih ditemukan petani yang belum masuk dalam kelompok tani (Poktan), selain itu muncul masalah akurasi data kebutuhan tentang pupuk bersubsidi belum sesuai dengan kebutuhan riil petani, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tidak sesuai dengan waktu yang diharapkan ,"ujar Manajer Humas PT Petrokimia Gresik (PG) Muhammad Ihwan F,  ketika berlangsung acara sosialisasi persiapan PT Petrokimia Gresik dalam penyaluran pupuk bersubsidi  di wilayah Solo Raya, Rabu (24/10/2018).

Diakui oleh Muhammad Ihwan, sejumlah petani yang tidak terdaftar dalam poktan, konsekwensinya  petani ini tidak mendapatkan jatah pupuk dengan harga subsidi. "Problem ini terangkat ke permukaan  berpotensi viral di media sosial, karena seolah-olah petani membeli pupuk dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)."papar Muhammad Ihwan sembari menambahkan subsidi petani hanya diberikan kepada petani yang tergabung dalam poktan. 

"Jika tidak tergabung, mereka akan membeli dengan harga tinggi karena kebutuhannya tidak tercatat dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Bisa dua kali lebih mahal dari harga pupuk bersubsidi,"  ujarnya. 

Beberapa masalah lain di lapangan juga telah diidentifikasi, diantaranya penebusan pupuk kelompok tani kepada kios masih banyak yang belum dilakukan secara berkelompok. (Ada indikasi permodalan di tingkat kelompok masih lemah). Selain itu masalah yang muncul masih ada kios penyalur yang belum lengkap administrasinya (belum terbiasa mencatat adanya transaksi penjualan pupuk kepada kelompok tani). (Hwa)

BERITA REKOMENDASI