Masih Gratis, Tol Sragen-Ngawi Dioperasikan

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Pihak Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola tol Solo-Kertosono (Soker) menargetkan 6000 kendaraan melintas setiap hari di ruas tol Soker segmen Solo-Sragen dan Sragen-Ngawi. Setelah diresmikan oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, ruas tol Sragen-Ngawi masih digratiskan selama seminggu.

Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno kepada wartawan Senin (03/12/2018) mengatakan, sosialisasi telah dibukanya tol ruas Sragen-Ngawi ini dilakukan dengan membuka tol secara gratis. Tercatat penggratisan pintu tol sepanjang 51 km ini tersebut akan berlaku sampai 5 Desember.

"Harapannya tol Soker segmen Sragen-Ngawi akan dilintasi sekitar 6.000 kendaraan/hari. Sama dengan segmen Solo-Sragen yang sudah beroperasi dengan jumlah kendaraan antara 5.500-6.000 per hari," ujarnya.

Menurut David, sehari setelah diresmikan Presiden Joko Widodo, tol Soker segmen Sragen-Ngawi memang masih digratiskan atau tarif Rp 0 hingga 5 Desember mendatang. "Selama tujuh hari setelah diresmikan adalah tahap sosialisasi dengan tarif nol rupiah. Tujuannya agar pengguna jalan tahu bahwa tol Sragen-Ngawi sudah dibuka," jelasnya.

Sedangkan tarif normal akan diberlakukan mulai 6 Desember pukul 00.00 WIB. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengeluarkan keputusan, tentang tarif tol Solo-Mantingan-Ngawi. Pada 12 November 2018, telah diterbitkan Keputusan Menteri PUPR Nomor: 897/KPTS/M/2018 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol pada Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi.

Keputusan itu menetapkan tarif tol di jalan tol yang memiliki total panjang 90,43 km ini sebesar Rp 1.000/km untuk kendaraan Golongan I, Rp 1.500/km untuk kendaraan Golongan II dan III serta Rp 2.000/km untuk kendaraan Golongan IV. (Sam)

BERITA REKOMENDASI