Masjid Baitussalam dan Jembatan Penghubung Ponpes Al Mukmin Ngruki Diresmikan

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya meresmikan Masjid Baitussalam dan jembatan penghubung Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki, Cemani, Grogol, Sabtu (9/12). Bupati berpesan kedua bangunan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

 

Bupati mengatakan, bangunan masjid dan jembatan sudah lama diidamkan pihak Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki. Keduanya akhirnya bisa terwujud dan selesai pembangunannya untuk selanjutnya bisa digunakan. “Semangat gotong royong bersama semua pihak membangun masjid dan jembatan. Akhirnya bangunan bisa terwujud,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo sendiri ikut terlibat mewujudkan keinginan pihak Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki dengan membangunkan jalan dan jembatan penghubung. Jembatan yang sudah selesai dibangun mampu menghubungkan dan mempermudah akses dari dalam pondok ke luar yakni ke wilayah Kota Solo.
“Jembatan ini menjadi penghubung perbatasan Sukoharjo dengan Kota Solo dan keberadaanya sangat membantu,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo Suraji mengatakan, proyek yang dikerjakan tidak hanya jembatan penghubung Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki namun juga akses jalan aspal. Pagu anggaran yang disediakan Pemkab Sukoharjo yakni sebesar Rp 800 juta dari APBD 2017.

Pelaksana pembangunan jembatan yakni CV Simpang Lima Sukoharjo dengan nilai kontrak sebesar Rp 601.485.000. Waktu pelaksanaan pengerjaan selama 110 hari terhitung mulai 21 Agustus sampai 8 Desember 2017. Jembatan penghubung dapat diselesaikan pihak pelaksana pada 27 November 2017.
“Tipe jembatan merupakan jembatan komposit ukuran 3,5 meter x 16 meter. Sedangkan jalan penghubung 6 meter x 11 meter. Talud 18 meter,” ujarnya.

Ketua panitia pembangunan Masjid Baitussalam dan jembatan penghubung Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki, M Sholeh Ibrohim mengatakan, Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki sangat lega dengan selesainya pembangunan dan selanjutnya dapat dipergunakan. Sebab sejak awal Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki sangat menginginkan memiliki masjid dan jembatan penghubung.

“Perencanaan pembangunan masjid sudah dimulai sejak tahun 1998 dan dipekirakan membutuhkan dana sekitar Rp 5 miliar. Dana itu secara perlahan didapat dari berbagai sumber baik dari orang tua santri, donatur dan pihak terkait. Sedangkan jembatan terbantut dari Pemkab Sukoharjo,” ujarnya.

Meski sudah selesai namun pihak Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki masih akan melakukan penyempurnaan khususnya terhadap bangunan masjid. Sebab masih ada sejumlah kekurangan yang harus dilengkapi. (Mam)

BERITA REKOMENDASI