Masuk Level 3, Sekda Kota Solo Ingatkan Warga

Editor: Agus Sigit

SOLO, KRjogja.com – Warga Solo diminta tak ueforia dalam mensikapi turun PPKM level 3. Karena membaiknya kondisi ini akan dimanfaatkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah, mengingat selama ini sektor pendidikan banyak korban selama pandemi Covid 19.

“Interaksi pendidikan guru murid maupun orangtua sangat kehilangan untuk menanamkan pendidikan karakter. Karena setelah Solo masuk level 3, jangan euforia,” harap Ir Ahyani, Sekda Kota Solo usai meluncurkan aplikasi Buku Digital PAUD di Hotel Megaland Solo, Rabu (01/9).

Pemerintah Kota, lanjutnya, tetap akan melakukan pembatasan di berbagai keramaian yang sifatnya di dalam gedung (indoor). Kapasitas ruang atau gedung tak boleh melebihi 50 persen. Selain itu ruang-ruang publik termasuk hotel harus menerapkan protokol melalui aplikasi pedulilindungi.

“Ini tadi saya masuk hotel sini belum menerapkan aplikasi pedulilindungi,” kata Ahyani. Nanti hotel-hotel harus memasang aplikasi ini, sehingga memudahkan tressing. Dengan membaiknya kondisi Solo ia mengatakan segera akan dimanfaatkan untuk pembelajaran tatap muka.

Ketua Dinas Pendidikan Etty Retnowati menjelaskan secara bertahap pembelajaran tatap muka dimulai. Pertama SMP 22 dan SD Warga dengan ketentuan siswa diijinkan orangtua dan sekolah telah menggelar ujicoba. Seluruh SMP sudah melaksanakan ujicoba.

“Kalau SD baru 20-30 persen yang sudah melakukan ujicoba,” katanya. Kapasitas siswa dibatasi 50 persen. Jadi yang lainnya tetap menjalani pembelajaran di rumah. Semua yang mengatur sekolah. Diakui hal ini akan memberatkan tugas guru karena harus menangani daring dan tatap muka.

Diperkirakan mulai pekan depan sudah banyak sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka.-(Qom)

 

 

BERITA REKOMENDASI