Masuk Usia 70 Tahun, Prof Musa Fokus Dampingi UMKM

Editor: Agus Sigit

SOLO, KRjogja.com – Memasuki usia 70 tahun Prof Dr Musa Asy’arie giliran terjun ke masyarakat untuk memikirkan dan mengembangkan UMKM. Cendikiawan asal Klaten ini dikenal konsisten dalam berwirausaha dan mengembangkan keilmuan sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Setelah purna sebagai dosen, ia mulai fokus menularkan ilmu dan pengalamannya sebagai wirausaha kepada masyarakat pelaku UMKM. Prof Musa tidak hanya menekuni bisnis pengecoran di Ceper, namun juga memikiki bisnis yang lain diantaranya percetakan.

Ketika di kampus ia memang belum sempat mengembangkan wirausaha di kalangan mahasiswa. “Pada umur 70 tahun ini saya memulai dengan membuat integrated farming untuk UKM UKM. Ini bukan untuk kepentingan kekayaan, kekuasaan maupun jabatan, tapi mengisi hidup.”

Prof Musa memiliki contoh model pengembangan usaha, UMKM tinggal meniru. “Silakan kalau mau meniru. Selain itu saya juga siap membantu memasarkan. Karena biasanya UKM lemah di pasar. Jadi kita tolong marketnya. Kini yang telah siap adalah integrated farming antara tanaman buah, kolam ikan, selada dan kambing.

Itu dibangun di depan rumahnya, Ceper Klaten. Apa yang dilakukan Prof Musa akan dijadikan contoh di kalangan Guru Besar, bahwa setelah 70 tahun tidak boleh loyo. “Kita tidak boleh loyo. Jadi kita tetap harus semangat mengejar cita cita.”

Pelepasan Prof Musa sebagai staf pengajar UMS berlangsung meriah. Ditandai dengan peluncuran dan bedah buku “Lurus Jalan Terus” Diskursus Pendidikan, Demokrasi & Multikultural di Indonesia.

Bedah buku menampilkan Prof Dr Abdul Munir Mulkan, Prof Yayah Khisbiyah MA, Prof Dr Waston, Dr Syamsul Hidayat dan Rektor Prof Dr Sofyan Anif MSi. (Qom)

 

BERITA REKOMENDASI