Masyarakat Bisa Manfaatkan Potensi Non Kayu

SOLO (KRjogja.com) – Masyarakat di sekitar hutan didorong untuk bisa memanfaatkan potensi hutan non kayu. Selama ini hutan identik dengan kayu. Padahal potensi kayu hanya sekitar 5 persen, sedang 95 persen yang lain adalah hasil hutan bukan kayu. Termasuk di dalamnya untuk memperkuat ketahanan pangan.

Khusus di Jawa, kawasan hutan yang mampu menyumbangkan sekitar 1,6 juta ton bahan pangan termasuk beras dan umbi-umbian. "Potensi bukan kayu inilah yang akan kami dorong untuk bisa digarap warga di sekitar hutan," jelas Ir Masyhoed MM, Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hukum Adat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Konsultasi Publik Ketahanan Pangan dan Perhutanan Sosial di Hotel Sunan Solo.

Menurut Mashoed selain bisa dimanfaatkan untuk menanam padi, jagung dan umbi-umbian, kawasan hutan juga bisa dikembangkan menjadi kawasan tanaman obat-obatan, ternak madu dan sebagainya.

Ir Masyhoed menyebutkan ada 35 ribu desa yang ada di dalam dan sekitar hutan. Supaya mereka tidak mengambil kayu, didorong untuk memanfaatkan potensi yang lain.

"Peran masyarakat di sekitar hutan menjadi kunci untuk pelestarian lingkungan. Supaya mereka tidak merambah hutan, maka munculnya program perhutanan sosial bisa dalam bentuk hutan rakyat, hutan desa dan hutan rakyat. Mereka disediakan 12.7 juta hektar untuk bisa dimanfaatkan. (Qom)

BERITA REKOMENDASI