Masyarakat Mojopuro Terima Hasil Program PTDM dari IST AKPRIND

Editor: Agus Sigit

WONOGIRI,KRJOGJA.com –Tim pengabdian masyarakat Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta dengan program Produk Teknologi yang Didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM) pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tahun Anggaran 2021 menyerahkan hasil dari program tersebut kepada mitra di Mojopuro, Wuryantoro, Wonogiri, Sabtu (20/11/2021).

Tim dari IST AKPRIND Yogyakarta terdiri Dr Muchlis SP MSc (Ketua) dengan anggota Ellyawan Setyo Arbintarso ST MSc PhD dan Ir Miftahussalam MT beserta kepala LPPM IST AKPRIND Prof Dr Ir Sudarsono MT menyerahkan hasil program kepada ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Ngudi Rejeki dan P3A Rahayu Widodo. Penyerahan disaksikan oleh Kepala Seksi Pengawas Koperasi Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri Dwi Anggarumsih SY Ssos mewakili Kepala Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri Wahyu Widayati SE MPd. Hasil program yang diberikan berupa Tekno ekologi sistem tata air irigasi pertanian yg meliputi pompa (2.000 liter/menit), pengerak (19 HP), rumah pompa, pipa sehingga dapat mengairi sawah seluas 60 Ha, 5 buah bioflok, embung mini sejumlah 20 untuk mina padi dan bibit lele sebanyak 10.000 ekor.

Menurut Dr Muchlis, Program PTDM dengan judul “Diseminasi Tekno Ekologi Sistem Tata Air Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi Pertanian Dalam Rangka Peningkatan Ketahanan Pangan Bagi Masyarakat Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) di Mojopuro Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri” didanai oleh BRIN. Luaran yang sudah dihasilkan selain barang dan alat tersebut adalah publikasi di jurnal nasional dan artikel pada seminar internasional dan lain lain.

“Dengan adanya tekno ekologi yang dihasilkan dari program ini, diharapkan dapat mengairi sawah di musim kemarau seluas 60 Hektar dan meningkatkan panen padi dua kali lipat. Hasil panen lele di embung dan bioflok terbukti meningkatkan ketahanan pangan masyarakat’ ujar Surono Ketua P3A Rahayu Widodo.

Ellyawan ST MSc PhD menambahkan masyarakat dapat mendapatkan hasil dari panen padi dan panen ikan sekaligus. Pemenuhan air untuk irigasi tersebut diambil dari sungai Sumber Agung yang merupakan jenis sungai perenial artinya sungai tersebut selalu berair sepanjang tahun dan tidak terpengaruh oleh musim.

“Hal ini berarti pasokan airnya selalu ada walaupun sedikit berkurang pada musim kemarau. Selanjutnya dengan kondisi morfologi persawahan di daerah tersebut yang relatif datar sedikit bergelombang dengan slope kurang lebih 10-15 derajat maka dengan pompa tersebut air sungai bisa dinaikkan ke embung dengan debit 26,4 liter/detik” imbuh Ir Mifathussalam MT.***

BERITA REKOMENDASI