Mengenal Pangeran Sambernyawa yang Bersemayam di Astana Mangadeg

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Berada di ketinggian sekitar 750 meter, Astana Mangadeg yang merupakan kompleks pemakaman raja-raja Kraton Mangkunegaran memiliki udara yang sejuk. Rimbunnya pepohonan serta keberadaannya yang terletak di kaki Gunung Lawu membuat Astana Mangadeg cukup asri.

Kebersihannya juga cukup terjaga. Jalur yang berkelok-kelok tetap tertata rapi sehingga membuat peziarah tidak terlalu kesulitan. Hanya saja, butuh tenaga ekstra untuk mencapai area pemakaman raja pertama Kraton Mangkunegaran, Sri Mangkunegara I atau yang akrab dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa ini.

Terdapat beberapa arca serta gapura di sepanjang jalur menuju kompleks pasarean. Termasuk adanya sebuah tugu di tengah perjalanan. Pada kompleks utama pasarean, ada tiga raja Mangkunegaran yang dimakamkan di tempat tersebut, yakni Mangkunegara I yang waktu muda juga dikenal sebagai Raden Mas Said, Mangkunegara II dan Mangkunegara III.

"Untuk Mangkunegara IV, V, VII dan VII dimakamkan di Girilayu. Sedang Mangkunegara VI dimakamkan di Nayu," tutur Supri, juru kunci Astana Mangadeg saat menerima Tim Travel Heritage UPT Balai Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya (BPWBCB) Dinas Kebudayaan DIY, Rabu (19/7/2017).

Dikatakan Supri, khusus untuk peziarah putri harus mengenakan kain jarik saat memasuki kompleks makam yang terletak di desa Karang Bangun Kecamatan Matesih Karanganyar ini. Sementara peziarah putra dapat memasuki areal pemakaman asal mengenakan pakaian sopan.

Selain terdapat tiga penguasa awal Mangkunegaran, pada areal pemakaman tersebut juga terdapat sejumlah makam keluarga, kerabat dan pengikut Sri Mangkunegara I saat terlibat konflik dengan Sri Sultan HB I dan VOC.

Menurut Supri, makam Sri Mangkunegara I sudah dibangun sejak wafatnya pada 1795. Sampai saat ini, bangunan makam tetap utuh. Hanya bagian atap saja yang pernah direnovasi sebanyak 3 kali.

"Tapi sekitar tahun 1970 an dibangun beberapa bangunan tambahan di sekitar areal makam utama hingga seperti saat ini," jelasnya.

Astana Mangadeg ini posisinya lebih tinggi dari Astana Giribangun, tempat dimakamkan Presiden ke-2 RI, HM Soeharto yang lokasinya terletak tidak terlalu jauh. Sedang dikisahkan, Raden Mas Said sendiri masih memiliki hubungan paman dan keponakan dengan Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan HB I. Bahkan Pangeran Sambernyawa dinikahkan dengan putri Sri Sultan HB I.

Hanya saja karena perbedaan pandangan politik, hubungan mertua dan menantu harus putus dan bahkan terjadi pertikaian di antara keduanya. (R-7)

BERITA REKOMENDASI